Slider

Cari Blog Ini

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Kriminal

Nasional

Daerah

Politik & Hukum

Ekonomi

Olahraga

Hiburan

» » » Pemko Medan 'Perkosa' Lapangan Merdeka Medan demi Pendapatan Daerah tanpa Melihat Sejarah

Selecta news.-Sejarawan Sumatera Utara, Ichwan Azhari angkat bicara mengenai wacana Gubernur Edy Rahmayadi untuk memindahkan kawasan bisnis Merdeka Walk ke tempat lain dan tidak memakai sudut barat Lapangan Merdeka tersebut.
Ichwan Azhari mengatakan, dalam pemberian izin usaha yang dikeluarkan oleh Pemerintah kota (Pemko) Medan tidak melakukan kajian, bahwasanya area tersebut memiliki nilai sejarah Sumatera Utara.
"Waktu pemberian izin Merdeka Walk, Wali Kota atau Pemko Medan tidak memperhatikan bahwa itu adalah situs peninggalan sejarah. 
Situs sejarah itu juga tidak dimasukan wali kota Medan dalam pertimbangan izin untuk berusaha itu," katanya melalui sambungan telepon genggam.
Dirinya juga mengatakan, bahwa izin tersebut bisa dicabut karena bersinggungan langsung dan merusak nilai sejarah yang pernah terjadi pada tempat itu.
"Izin bisa di sebut karena itu situs sejarah," ucapnya.
Ichwan juga mengatakan, setiap Kota di Negara manapun pastinya memiliki satu tempat bersejarah yang harus dikelola hingga dilestarikan dengan baik. 
Tetapi pemko Medan malah merusak apa yang sudah pernah terjadi hanya karena kepetingan semata, yaitu menghasilkan pendapatan bagi daerah.
"Setiap kota dan negara mana pun, ada sebuah area atau lapangan menyimpan sejarah, bagi kota Medan lapangan merdeka adalah bentuk peninggalan sejarah dan itu sangat penting untuk dilestarikan," ucapnya.
Menurutnya, sewaktu Lapangan Merdeka itu buat, tujuan utamanya adalah ruang terbuka bagi masyarakat, namun saat ini sudah tidak lagi seperti apa pada awalnya.
"Dari dulu ketika lapangan dibuat, tujuan awal adalah ruang terbuka bagi publik, bukan ruang bagi orang minum kopi bayar 40 ribu," katanya.
Ia juga mengatakan, bahwa banyak sekali peninggalan sejarah di Lapangan Merdeka, mulai dari pidato Presiden Pertama Sukarno dan berbagai kejadian penting yang seharunya tidak dilupakan oleh masyarakat Sumut.(kpc/sn/red)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply