Slider

Cari Blog Ini

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Kriminal

Nasional

Daerah

Politik & Hukum

Ekonomi

Olahraga

Hiburan

» » » Samsat, Pemilik Lapak Pasrah: Akhir Tahun 2018,Kenangan Pahit Tak Dapat Dilupakan

Medan,selectanews.-Akhir Tahun 2018,tepatnya senin 31 Desember 2018,semalam siang, membawa kenangan pahit yang tak dapat dilupakan seumur hidup.

Habisnya, lapak jualan nasi dan minuman ditertibkan dan dibersihkan petugas pemko Medan, di jalan putri Hijau dalam I, persis samping kantor Ditlantas polda Sumut/kantor bersama samsat (Sistem administrasi Manunggal Satu atap terpadu)  Medan Utara, kota medan.

Diakui, lapak jualan para pedagang sama sekali tak dilindungi surat resmi dari pemerintah kota medan,sehingga petugas pemko medan bersama aparat, kepolisian, Tentara Nasional Indonesia (TNI) ,Dinas perhubungan (Dishub) dan Satpol PP kota medan melakukan penertiban dan pembersihan.

Memang, sebelumnya para pedagang yang berjualan disana, sudah diwanti-wanti dua kali mendapat surat peringatan, tegoran dari kepala kelurahan kesawan atas nama pemerintah kota medan,melalui Camat medan Barat yang isinya, meminta supaya mengosongkan lokasi lapak jualan. Namun, para pedagang semacam tak yakin perintah mengosongkan dan membongkar bangunan.
Sehingga terpaksa pihak pemko medan, menerjunkan mobil kumbang kuning (Beko) untuk memporak porandakan bangunan bagi pemilik tak melaksanakan perintah pengosongan.

Aksi para petugas dilapangan berjalan 45 menit, tidak begitu repot (susah) menyelesaikan eksekusi tersebut, karena bangunan tidak dari dinding batu sehingga memudahkan kerja petugas di lapangan.

Dari percakapan awak media dengan seorang petugas dari pemko medan saat itu jati dirinya tidak disebutkan,mengatakan,"kami dalam hal ini sungguh prihatin kepada mereka yang berjualan mencari sesuap nasi untuk kebutuhan hidup keluarganya.

Tapi,sebaliknya apa yang bisa kami perbuat sedangkan kami hanya melaksanakan tugas perintah atasan. Memang secara pribadi, sambung oknum petugas Pemko medan itu, dari lubuk hati dalam secara lahiriyah berat kami melakukannya, "jelasnya.

Maka dari awal kami meminta kepada pemilik lapak bangunan supaya membongkar sendiri,agar tidak mengalami kerusakan lebih berat kalau menggunakan beko peralatan berat.

Kecuali bagi pemilik lapak bangunannya terkunci terpaksa mobil kumbang kuning (Beko) yang berbicara tanpa pamrih karena bukan salah kami, tegasnya.

Ujang minta tolong                                             
Saat bekerja petugas Satpol PP kota medan melakukan pembongkaran, datang seorang pemilik bangunan/lapak bernama, Ujang anwar (54) warga jalan sakata medan, meminta tolong agar diberikan pengampunan gerobak stelling jualan di angkut kedalam mobil truk dapat diturunkan. Namun,petugas satpol PP Sama sekali tidak mengindahkan, dengan alasan berurusan di kantor satpol PP kota medan jalan adinegoro medan.

Penertiban dan pembersihan tersebut, sehubungan dengan nama kota medan Metropolitan merupakan jantung ibukota sumatera Utara. Apalagi Gebernur sumut, Letjen TNI (purn) Edy Rahmayadi, sumatera Utara Kota Martabat perlu dilestarikan.(junet/zie)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply