Slider

Cari Blog Ini

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Kriminal

Nasional

Daerah

Politik & Hukum

Ekonomi

Olahraga

Hiburan

» » » Rekayasa hukum, Roza Divonis 15 Tahun Penjara, pemilik Narkoba Roni Vonis 7 Tahun Penjara

Medan, selecta news, Kejadian nyata dan terbukti adanya rekayasa hukum di PN Stabat Langkat, hal ini menimpa T. Laksamana Roza atas tuduhan petugas BNNK Langkat dan Opsal Narkoba Polres Langkat,sehingga dia menjalani hukuman 15 tahun penjara. 

Sementara petugas tidak menemukan barang bukti Narkoba jenis pil Ekstasi dari tangannya maupun dari tempat usahanya diseputaran Mayestik petisah medan. 

Anehnya, pemilik pil esktasi 600 butir Roni J Tampubolon hanya di vonis 7 tahun penjara. Bagimana bisa ini terjadi tanyakan saja sama aparat hukum disana, kata T. Meftah Zarifa dengan nada kesal dan marah.

Pengakuan para saksi Darsono Cs, mereka melakukan operasi razia di jalan Lintas sumatera, desa Kwala begumit,kec stabat kabupaten langkat sumut, berhasil menyetop bus penumpang umum putra pelangi No. Pol BL 7302- AK yang diketahui ada penumpang membawa barang narkoba jenis pil Ekstasi 600 butir,informasi dari kibus yang digelar.

Operasi yang digelar, Rabu 25 April 2018,kisaran 05.00 Wib (pagi subuh) oleh petugas BNNK langkat dan tim opsal narkoba polres langkat, sangkat gemilang dan meyakini tugas mereka berhasil. Terbukti, saat penggeledahan dibangku No. 32.

di bawah tempat duduk barang bawaan Roni J Tampubolon ditemukan katanya bungkusan plastik asoy warna hitam yang berisikan pil esktasi 600 butir.

Diperoleh Roni J Tampubolon dari Faisal warga Aceh kini masih buronan petugas Alias Daftar pencarian orang (DPO).  Sedangkan roni akan diberiupah sebesar RP. 1,5 juta jelasnya.

Namun petugas menyuruh roni J Tampubolon untuk menghubungi musliadi lalu menghubugi T. Laksamana Roza untuk bertemu di tomang elok medan. Saat itu musliadi dipaksa petugas kalau tidak distrom. Dengan keberhasilan musliadi menyuruh datang atas anjuran petugas,akhirnya T. Laksamana roza dicekal dan dipaksa mengaku. 

Namun,roza tetap tak mengaku karena bukan miliknya. Kemudian petugas aparat hukum tadi dengan nekadnya menyetrom tanpa memikirkan akibatnya, jelas korban tuduhan T. Laksamana roza pada keluarganya. 

Darsono mengelak tuduhan,   

Ketika pihak keluarga dan pihak awak media menanyakan, tentang menyetrom dan memukul dengan benda keras tubuh korban roza, langsung iptu darsono semacam nya mengelak bahwa itu tak benar. Sementara ditubuh roza masih ada bekas penyiksaan yang tak dapat di vingkarinya.

Berbicara masalah tak ada barang bukti narkoba dari tangan roza maupun di tempat usahanya,  dibenarkan darsono, namun tidak ada bukti,tapi kasus narkoba berbeda dengan kasus pidana umum.  Karena narkoba kasus pidana khusus,  baru niat sudah daoat dipidanakan, Saat ditanyakan masalah hukumnya dikatakannya,hukuman percobaan.

Ternyata sangat berbeda apa yang diucapkan Aiptu Darsono pada keluarga dan awak media.  Buktinya T. Laksamana Roza divonis 15 tahun penjara,  muskiadi vonis 15 tahun penjara dan roni sebagai pemilik barang narkoba di vonis 7 tahun penjara.  Kenapa bisa demikian tanyakan dengan aparat hukum disana.

"Karena hukum bisa dijungkir balikan penguasa, "menurut orang awam tak ngerti hukum. (fauzie)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply