Slider

Cari Blog Ini

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Kriminal

Nasional

Daerah

Politik & Hukum

Ekonomi

Olahraga

Hiburan

» » » PWI Pusat:Kode Etik Jurnalistik Dan Pekerjaan Wartawan

Selecta news.-Seorang wartawan, dalam melakukan tugas jurnalistik, mulai dari menggali informasi sampai menyiarkan berita dituntut bekerja sesuai Kode Etik Jurnalistik (KEJ).
Demikian dikatakan Hendry Ch Bangun, Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat dalam materi paparannya yang berjudul “Pentingnya Kode Etik Jurnalistik bagi Wartawan infopublik.org” pada acara Evaluasi dan Uji Kompetensi Reporter dan Redaktur Portal Berita InfoPublik di Bandung, Jawa Barat, Selasa (25/11).
Diungkapkannya, menurut riset Dewan Pers tahun 2011, baru 41 persen wartawan yang membaca seluruh KEJ, lalu 10 persen belum baca sama sekali dan 49 persen baca sebagian isinya. “Belum ada riset baru, tapi kira-kira hampir separuh wartawan aktif belum menguasai Kode Etik Jurnalistik,” ujarnya.
Ditambahkannya, Standar Kompetensi Wartawan (SK) Dewan Pers menjadikan pemahaman KEJ sebagai salah satu syarat kompetensi untuk jenjang wartawan muda, madya, dan utama.
Sampai saat ini, masih banyak pelanggaran KEJ di media, dari yang ringan sampai berat. Contohnya media menulis nama korban kejahatan seksual dan pelaku kejahatan usia muda, tidak konformasi subjek/objek berita yang dituduh/disebut melakukan sesuatu yang buruk, imbuhnya.
Adapun contoh-cotoh pelanggaran, disebut Hendry yakni membuat deskripsi bersifat cabul sehingga memberi asosiasi sensual bagi pembaca, memaparkan foto yang bersifat sadis, membuat berita tidak berimbang dan atau berpihak pada orang/kelompok tertentu, membuat berita yang tidak ada fakta (rumor, gossip tidak jelas, tanpa konfirmasi), membuat berita dengan niat buruk, dan memasukkan opini dalam berita.
Mengenai Media Siber dijelaskannya adalah segala bentuk media yang menggunakan wahana internet dan melaksanakan kegiatan jurnalistik, serta memenuhi persyaratan Undang-undang Pers dan Standar Perusahaan Pers yang ditetapkan Dewan Pers. “Konten media siber sendiri merupaka berita sendiri maupun yang terkait seperti forum, komentar dan lain-lain”, pungkasnya.(red) 

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply