Slider

Cari Blog Ini

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Kriminal

Nasional

Daerah

Politik & Hukum

Ekonomi

Olahraga

Hiburan

» » » Aji Kecam Vonis 7 Tahun Penjara Jurnalis Reuters Di Myanmar

Selecta news.-Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia mengecam vonis penjara 7 tahun yang dijatuhkan pengadilan Myanmar terhadap 2 jurnalis Reuters Wa Lone (32 tahun) dan Kyaw Soe Oo (28 tahun). Vonis tersebut merupakan ancaman serius bagi kebebasan pers, sekaligus preseden buruk dan kemunduran besar bagi demokrasi Myanmar.
 
AJI Indonesia berpendapat penting bagi Myanmar dan negara-negara lain di Asia Tenggara untuk memiliki pers bebas dan kebebasan berbicara, yang akan mendorong transparansi dan akuntabilitas dalam pemerintahan. 
 
W Lone dan Kyaw Soe Oo divonis bersalah oleh pengadilan Myanmar atas tuduhan memiliki dokumen-dokumen resmi secara ilegal. Kedua jurnalis Reuters tersebut ditahan setelah bertemu dengan pejabat kepolisian di luar Kota Yangoon. 
 
Mereka saat itu sedang menulis laporan tentang serangan militer di negara bagian Rakhine. Serangan tersebut mengakibatkan 650 ribuan warga Muslim Rohingya mengungsi ke Bangladesh sejak Agustus 2017 silam.
 
AJI Indonesia juga mendesak pihak-pihak berwenang di Myanmar agar menghormati hak 2 jurnalis Reuters tersebut dalam menjalankan profesinya sebagai jurnalis, termasuk kebebasan berekspresi mereka.
 
Melalui pernyataan ini, kami juga menyatakan dukungan terhadap W Lone dan Kyaw Soe Oo, serta Reuters yang terus mengupayakan pembebasan mereka melalui upaya hukum di Myanmar. Kami juga menyerukan kepada organisasi dan individu di berbagai wilayah untuk mendukung kedua jurnalis Reuters sebagai bagian dari tindakan kolektif untuk menjaga kebebasan pers di Asia Tenggara.
 
Ketua AJI, Abdul Manan + 62818-948-316
Ketua Bidang Advokasi, Sasmito Madrim, 0857.7970.8669
 
(English Version)
AJI Condemns Seven-Year Jail Sentence of Reuters Journalists in Myanmar
The Alliance of Independent Journalists (AJI) Indonesia has condemned the seven-year jail sentence issued by a Myanmar court against two Reuters journalists Wa Lone (32) and Kyaw Soe Oo (28). The verdict is a serious threat to press freedom, a bad precedent and a major setback for Myanmar’s democracy.
AJI Indonesia believes it is important for Myanmar and other countries in Southeast Asia to practice press freedom and speech freedom, as we are convinced that such practices will lead to transparency and accountability in government.
Wa Lone and Kyaw Soe Oo were convicted by a Myanmar court for allegedly illegally possessing official documents. The two Reuters journalists were arrested after meeting police officers outside of Yangoon City.
They wrote reports about military attacks in Rakhine state. The attack resulted in around 650,000 of Rohingya Muslims fleeing to Bangladesh since August last year.
AJI Indonesia urges authorities in Myanmar to respect the rights of the two Reuters journalists in carrying out their profession as journalists, including their freedom of expression.
Through this statement, we also express our support for Wa Lone and Kyaw Soe Oo, as well as Reuters, that has continuously sought for their release through legal efforts in Myanmar. We also call on organizations and individuals in the region to support Wa Lone and Kyaw Soe Oo as part of our collective actions to safeguard press freedom in Southeast Asia.(red) 

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply