Slider

Cari Blog Ini

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Kriminal

Nasional

Daerah

Politik & Hukum

Ekonomi

Olahraga

Hiburan

» » » Ustad Bachtiar Nasir Bisa Dipidana Karena Catut Nama Kapolri Tito

Selecta news.co.id.-Video tokoh GNPF MUI Ustad Bachtiar Nasir yang disebut-sebut mencatut nama Kapolri Jenderal Tito Karnavian terkait khilafah, bisa dibawa ke ranah hukum. Hal tersebut disampaikan Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto.
"Kalau diperkarakan nanti, bisa. Bisa kita proses bisa," ujarnya saat ditemui di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Rabu (18/7).
Terkait deliknya, kata Setyo bisa dilihat di Kitab Undang-undang Hukum Pidana maupun undang-undang. "Nanti kita cari," imbuhnya.
Ustad Bachtiar Nasir Bisa Dipidana Karena Catut Nama Kapolri Tito?
Kapolri Jendral Tito Karnavian.(selecta news.co.id)
Namun hingga kini, Kapolri belum mau memperkarakan pencatutan namanya tersebut. "Beliau belum ada perintah (membawa ke proses hukum). (Tapi) intinya adalah beliau merasa tidak pernah nyatakan itu, tapi dikatakan lain," pungkas Setyo. 
Sebelumnya, Tito mengaku geram dengan Ustad Bachtiar Nasir. Sebab dirinya disebut mendukung khilafah
Dalam acara Silaturahmi Nasional Da'i Kamtibnas di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta, Tito bercerita kejadian tersebut bermula ketika video pencatutan namanya viral di media sosial. Di dalam video tersebut Bachtiar mengatakan bahwa Indoensia harus menerapkan sistem khilafah. 
Sebab, sistem khilafah lah yang paling pas sedangkan demokrasi saat ini yaitu demokrasi liberal tidak benar dan malah menghancurkan negara ini. 
Tito melanjutkan, di dalam video tersebut, Bachtiar mengaku sudah berdiskusi dengannya dan sepakat sistem pemerintahan harus diganti menjadi khilafah karena demokrasi aaat ini terbilang kebablasan. Dia pun langsung menghubungi Bachtiar melalui pesan singkat ketika video tersebut viral.
Dalam pesan singkatnya kepada Bachtiar, Tito mengaku kecewa. Dia mengatakan kepada tokoh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) itu bahwa dirinya menganggap yang bersangkutan sebagai orang yang cerdas dan negarawan setelah beberapa kali diskusi. 
"Tapi begitu melihat kata-kata Ustad di situ, saya hilang kesan saya itu. Kesan saya Ustad tidak cerdas (seperti) yang saya lihat," sebut Tito membacakan pesan singkatnya yang ditulis kepada Bachtiar beberapa waktu lalu.(red) 

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply