Slider

Cari Blog Ini

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Kriminal

Nasional

Daerah

Politik & Hukum

Ekonomi

Olahraga

Hiburan

» » Pm Mahathir Mohammad Bertemu Presiden Jokowi, Bahas Tki Dan Strategi Sawit

Selectanews.co.id.-Pertemuan PM Mahathir Muhammad dan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, hari Jumat (29/06), antara lain membahas nasib tenaga kerja Indonesia di Malaysia dan strategi menghadapi Uni Eropa terkait produk sawit. "Kami membicarakan juga, perlunya mencari sikap bersama, bagaimana menghadapi Uni Eropa, mengenai produk-produk kelapa sawit," kata PM Mahathir dalam jumpa pers bersama Presiden joko Widodo. Sementara Presiden Jokowi, yang berbicara terlebih dahulu, membicarakan mengenai perlindungan terhadap TKI di Malaysia dan berbagai hal lain. "Kita memiliki komitmen yang sama mengenai tata pemerintahan yang baik, pembeantasan korupsi, konektivitas, perbatasan," kata Presiden Jokowi. "Itu semua satu persatu akan dibahas di forum-forum tingkat menteri."
Mahathir dan Joko WidodoHak atas fotoEPA
Image captionPM Mahathir dan Presiden Jokowi antara lain membahas isu TKI di Malaysia.
"Begitu banyak TKI di Malaysia, jadi kita bicarakan bagaimana perlindungannya yang lebih baik, bersama PM Tun Mahathir Muhammad," kata Presiden.
Ini merupakan kunjungan luar negeri pertama Mahathir, setelah secara mengejutkan memenangkan Pemilihan Umum Malaysia, beberapa bulan lalu."Sengaja, kunjungan ke luar negeri yang pertama saya lakukan ini ke Indonesia, karena kami sangat bersahabat dengan Indonesia, bahkan bersaudara" kata Mahathir.
Mahathir dan Joko WidodoHak atas fotoEPA
Image captionMahathir dan Joko Widodo salat Jumat bersama beberapa menteri.
Di luar masalah perlindungan TKI dan strategi pemasaran sawit, saat ini tengah berlangsung sidang terhadap Siti Aisyah, perempuan warga Indonesia yang sedang disidangkan di Malaysia, dan terancam hukuman mati untuk kasus pembunuhan Kim jong-nam, saudara pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un. Kim Kong-nam tewas setelah diduga diracun dengan zat radio aktif tahun lalu, di Bandara Kuala Lumpur, oleh Siti Aisyah dan seorang perempuan Vietnam. Dalam berbagai proses interogasi, Siti Aisyah mengaku, ia disuruh oleh seseorang untuk mengelapkan kain yang ternyata berisi zat radio aktif itu ke muka Kim Jong-nam. Dan ia melakukannya karena menyangka bahwa yang dilakukannya adalah adegan untuk jahil lucu-lucuan, atau prank untuk program hiburan televisi. Kalau terbukti bersalah, Siti Aisyah terancam hukuman mati. Pengadilan masih sedang berlangsung di Malaysia.(red) 

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply