Slider

Cari Blog Ini

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Kriminal

Nasional

Daerah

Politik & Hukum

Ekonomi

Olahraga

Hiburan

» » » Novel Kembali Kerja, KPK Minta Kasus Penyiraman Air Keras Tetap Diusut

Selecta news.co.id.-Kabar bahagia menyelimuti keluarga besar KPK, penyidik senior Novel Baswedan akan kembali bekerja pada Jumat (27/7) mendatang. Novel akan kembali bertugas di Direktorat Penyidikan KPK sebagai Kasatgas. Namun, kasus penyiraman air keras terhadap Novel belum juga menemukan hasil. Setelah 16 bulan lebih sejak ia diserang, belum ada pelaku penyerangan yang jadi tersangka. "Kasus ini nyaris terkesan menemui jalan buntu," ujar juru bicara KPK Febri Diansyah dalam keterangannya kepada awak media, Rabu (25/7). Untuk itu, KPK tetap meminta Polri untuk tetap mengusut kasus penyerangan tersebut. Febri juga mengajak kepada masyarakat untuk tidak lupa terhadap kejadian itu. Sebab, jangan sampai pelaku-pelaku teror terhadap penegak hukum bebas dari jeratan hukum. "Kami mengajak masyarakat untuk terus mengingat, agar pelaku-pelaku teror terhadap penegak hukum tidak dibiarkan hilang tanpa proses hukum," tegas Febri.
KPK, lanjut Febri, menyambut baik kedatangan Novel yang akan kembali bekerja. Ia berharap kehadiran Novel akan menjadi tambahan semangat dalam pemberantasan korupsi. "Kami akan menyambut baik kedatangan Novel sebagai bagian dari keluarga yang berjuang bersama. Bagian dari semangat bersama melawan korupsi," ucap Febri. Sebelumnya Ketua Wadah Pegawai KPK, Yudi Purnomo tetap mendesak Presiden Joko Widodo membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF). Tim ini tak lain untuk sesegera mungkin menemukan dalang di balik penyerangan Novel. "Wadah Pegawai KPK tidak pernah putus harapan kepada Presiden RI untuk mau membentuk TGPF pelaku penyiraman Novel, sebab sudah 16 bulan peristiwa tersebut tidak terungkap mengindikasikan bahwa pelaku sangatlah canggih karena mampu menutupi jejaknya," pungkasnya.(red) 

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply