Slider

Cari Blog Ini

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Kriminal

Nasional

Daerah

Politik & Hukum

Ekonomi

Olahraga

Hiburan

» » Info Buat Pimpinan Polri, Kasus Penganiayaan Sudah 5 Bulan 17 Hari, Pelakunya Belum Ditangkap

Medan,selectanews.co.id.-Walau Polri dengan berbagai dinamika prestasi, setiap langkah dan tindakan kepolisian masih menjadi sorotan masyarakat. Seperti laporan pengaduan Nomor Polisi : B/ 715/ I/2018/ Reskrim, tanggal 30 Januari 2018 dan [4/7 10.43] Father 0811: No.Pol B/933/II/2018/Reskrim, tanggal 08 Februari 2018. tentang tindak pidana penganiayaan secara bersama-sama yang dilakukan tersangka Dady Matondang Cs, dengan melanggar
pasal 170 jo 352 Subs 351 KUHP. Tindakan pidana penganiayaan terhadap korban Jhonnatan (32), petugas Security Shoot Bar, warga Jalan SM Km 8,5 Lingkungan IV B Kel. Timbang Deli, Kec. Medan Amplas, Medan. "Sementara hasil pemeriksaan kesehatan dalam visum et repertum RS dr. pirngadi Medan, menunjukkan korban luka. dibagian kepala, wajah bengkak memar, tulang rusuk kiri bengkak, leher dan pendengaran kuping sebelah kanan kurang jelas serta bibir bawah koyak setengah inci,"  menurut pengakuan korban kepada Wartawan di kediamannya, Jumat 22 Juni 2018. " Untuk ini, di Informasikan kepada Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto, SH, SiK, MSi, supaya mengambil tindakan terhadap Anggota Penyidik Polri dalam menangani penangkapan pelaku tindak pidana penganiayaan. Karena kasus sudah berjalan cukup lama, hingga kurun waktu 5 bulan 17 hari realisasinya tidak jelas. Bahkan pelaku belum ditangkap dan diproses masih gentayangan. Yang anehnya, pelaku Dadi Matondang Cs kasak kusuk dengan oknum petugas ingin berdamai.
Maka pihak pelaku mengutuskan orang ketiga yang bijak dan cerdik dapat mengurus kasusnya di kantorbKepolisian. Pengakuan keluarga korban, tindakan mereka melakukan penganiayaan terhadap korban Jhonnatan sudah bertentangan dengan hukum, jelasnya tindakan pidana murni sehingga tak dapat ditawar-rawar dan jangan dipandang enteng. Namun, kenapa pihak polri sebagai penegak hukum, kok malah bertindak sepele ada apa dibalik itu. Hendaknya Polri bertindak secara profesional dan proposional yang  objektif dan penuh tanggungjawab serta kejujuran. Karena polisi dalam menjalankan tugas dengan baik  memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan masyarakat sebagai penegakan hukum, ujar pihak korban. Sementara pimpinan Polri Kapolri Jenderal Polisi, Drs Badrodin Haiti, ketika itu menjabat Kapolda Sumut mengakui kinerja kepolisian masih belum sempurna dijajarannya, walau sudah mengalami kemajuan dan.perobahan. "Dengan demikian, Badrodin Haiti berkomitmen untuk membenahi kondisi dan kinerja polri," katanya seusai penandatanganan naskah kerjasama antara Polda Sumut dan Universitas Sum. Utara (USU) di Kampus Padang Bulan, Selasa beberapa tahun lalu, di Medan. Dengan melakukan penandatanganan Memorandum Of Understanding ( MoU ) antara kedua pihak, yakni ketika itu Kapolda Sumut Drs Badrodin Haiti dengan Rektor USU Prof Dr Chairuddin P. Lubis disaksikan para pejabat utama Polda Sumut dan Dekan serta civitas Akademika di lapangan USU di Medan. Kepolisian Resort Kota Besar Medan saat ini masih saja melakukan hal tak terpuji ditengah tengah masyarakat karena pengaduan korban tidak serius ditangani kepolisian, bahkan pelaku.penganiayaan dan pembantaian terhadap korban masih saja berkeliaran bebas yang seolah olah pelaku kebal hukum. Buktinya, pelaku selalu datang ke Cafe Karaoke juga berjojing di Jalan Patimura No. 423 Medan Baru, yang saat itu korban Jhonnatan sedang bertugas Security pengawas dan pengamanan tamu. Untuk kelanjutan pengembangan dan penyidikan kasus penganiayaan terhadap korban Jhonnatan, tim Wartawan Media Online dan media cetak tetap aktif memantaunya hingga tuntas.(end-shaf-zie)._

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply