Slider

Cari Blog Ini

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Terbaru

Survei Indomatrik: Elektabilitas Prabowo Pepet Jokowi

Selectanews.-Lembaga   survei   Indomatrik merilis hasil elektabilitas capres/cawapres hingga akhir Januari 2019. Hasilnya, elektabilitas ...

Kriminal

Nasional

Daerah

Politik & Hukum

Ekonomi

Olahraga

Hiburan

Survei Indomatrik: Elektabilitas Prabowo Pepet Jokowi

Selectanews.-Lembaga survei Indomatrik merilis hasil elektabilitas capres/cawapres hingga akhir Januari 2019. Hasilnya, elektabilitas capresPrabowo Subianto mendekati capres petahana Joko Widodo (Jokowi).

Survei dilakukan pada 21 sampai 26 Januari 2019, di mana jumlah sampel sebanyak 1.800 responden dengan margin of error +/- 2,8 % pada tingkat kepercayaan 95%. Responden yang terpilih diwawancarai lewat wawancara tatap muka.

Unit sampling primer survei (PSU) ini adalah Desa/Kelurahan di mana jumlah sampel yang diambil sebanyak 10 orang di 180 wilayah Desa/Kelurahan yang tersebar di 34 Provinsi, 99 Kabupaten/Kota, 180 Kecamatan, dan 180 kelurahan/Desa. Quality Control terhadap hasil survei dilakukan secara acak sebesar 20% dari total sampel oleh supervisor melalui spotcheck di lapangan. Survei ini dipublikasikan di Hotel Ibis, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (14/2/2019). 

"Pasangan Capres/Cawapres yang akan maju dalam pillpres 17 April 2019 adalah 2 pasangan sebagai berikut, siapa Capres/Wakil Presiden yang akan Ibu/Bapak pilih dari pasangan berikut?" ujar Direktur Riset Lembaga Survei Indomatrik Syahruddin saat membacakan pertanyaan yang diberikan kepada responden. Pertanyaan diberikan secara tertutup saat pengambilan data.
Rilis survei Indomatrik terkait elektabilitas capres/cawapres, Jumat (14/2).Rilis survei Indomatrik terkait elektabilitas capres/cawapres, Jumat (14/2).

Hasil survei menunjukkan elektabilitas Prabowo-Sandiaga Uno sebesar 44,04%. Angka ini beda tipis dengan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Amin yang meraih 47,97%. Selisih elektabilitas kedua pasangan ini adalah 3,93%.

Rilis survei turut dihadiri Jubir BPN Prabowo-Sandi, Andre Rosiade. Sementara itu, tidak terlihat perwakilan dari TKN Jokowi-Ma'ruf yang hadir.

Berikut hasil elektabilitas capres/cawapres yang dirilis Indomatrik:

Joko Widodo-Ma'ruf Amin 47,97%
Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 44,04%
Swing voters 7,99%(dtc/sn/red)

Walhi Minta Capres Prioritaskan Keselamatan Lingkungan


Selectanews.-Debat calon presiden (capres) diharapkan membahas isu prioritas dalam konteks penyelamatan lingkungan.

sebab,pembangunan sektor energi Indonesia masih mengandalkan energi ekstraktif dan fosil, termasuk batu bara.

"Itu kan dampaknya signifikan. Porsi lingkungan hidup besar dibanding tematiknya,” terang Koordinator Desk Politik Walhi Khalisah Khalid, di Jakarta Selatan, Jumat, 15 Februari 2019.

Khalisah menjelaskan terkait infrastruktur yang masuk dalam tema sekaligus menjadi jurus andalan kedua calon. Terlebih petahana, menurutnya tetap harus melihat aspek lingkungan hidup.

“Sekarang kan nantikan debatnya pembangunan skala besar jalan tol, akhirnya akan jadi komoditi politik andalan masing-masing. Padahal kalau bicara soal infrastruktur kita bicara soal dampak lingkungannya. Isu lingkungan itu lebih dominan,” ujarnya.

Di sisi lain, lanjut Khalisah, tantangan pangan hari ini selain impor pangan juga konversi lahan pangan untuk industri ekfraktif.

“Kemudian apa yang harus dilakukan konversi akan semakin masif untuk industri ekstratif seperti pertambangan dan perkebunan sawit. Di sisi yg lain sebenarnya banyak sekali lahan pangan kita kemudian juga tercemar dari industri ekstraktif itu,” terangnya.

Dalam debat Capres pada 17 Februari 2019, nanti tema yang diangkat, yakni ekonomi, pangan, energi, lingkungan hidup, dan infrastruktur.(mci/sn/red)

Lapor Kapolri Tito Karnavian, Fakta Pemecatan 13 Taruna Akademi Kepolisian (Akpol), Bukti Pidana

Selectanews.-Lapor Kapolri Tito Karnavian, Fakta Pemecatan 13 TarunaAkademi Kepolisian (Akpol), Bukti Pidana.  
13 Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) yang terbukti di persidangan melakukanpenganiayaan dipecat.
Mereka terlibat penganiayaan yang menewaskan taruna tingkat II bernama Muhammad Adam pada 18 Mei 2017 silam
Kepala Lembaga Pendidikan dan Latihan Polri Komisaris Jenderal Arief Sulistyanto buka-bukaan soal pemecatan 13 taruna Akademi Kepolisian (Akpol).
Ia menyebut, pemberhentian dengan tidak hormat atau biasa dikenal PDTH terhadap 13 taruna terlebih dahulu dilaporkan ke Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian.
Hal ini menyusul putusan kasasi Mahkamah Agung yang juga menguatkan 13 taruna itu terbukti bersalah melakukan tindak pidana. 
"Saya melapor ke Kapolri saat rapim setelah dua hari menjabat Kalemdiklat," ujar Arief Sulistyanto saat wawancara eksklusif dengan wartawan, di ruang kerjanya, Jakarta, Rabu (13/2/2019).
Blak-blakan Arief Sulistyanto terkait 13taruna ini juga disaksikan Analisa Kebijakan Lemdiklat, Brigjen Benny Setiawan dan mantan Kapolda Sumatera Utara Irjen Paulus Waterpauw.
Menurutnya, sikap kepolisian atas masalah 13 taruna itu mesti dilakukan demi memberi kepastian hukum.
"Kita berpedoman pada putusan hukum," kata Arief Sulistyanto seraya berharap semua pihak bisa memahami keputusan tersebut.(tnc/sn/red)

Komplotan Perampok Bersenpi Dilumpuhkan Timas Panas Polrestabes Tangerang

Selectanews.-Unit 1 Jatanras Sat Reskrim Polres Kota Tangerang membekuk komplotan perampok yang kerap menggunakan senjata api jenis revolver dalam aksinya. Dari ungkap kasus itu, polisi meringkus 3 orang yang berinisial HSN (39), IRV (20), dan HY (24). Dua tersangka yakni HSN dan IRV terpaksa ditembak petugas di bagian kaki karena berusaha melawan dan melarikan diri.

Kapolres Kota Tangerang Kombes Pol Sabilul Alif menyampaikan, peristiwa perampokan itu terjadi di sebuah kontrakan di Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang pada 23 Januari 2019 sekitar pukul 4 dini hari. Korban bernama Tarkhim kemudian melaporkan peristiwa itu ke petugas.
“Dari peristiwa itu para tersangka membawa lari sepeda motor korban setelah membongkar kunci kendaraan dengan kunci letter T,” kata Sabilul, Rabu (13/2/19).

Menurut Sabilul, polisi langsung melakukan penyelidikan atas pelaporan peristiwa itu. Saat masih dalam proses penyelidikan, tutur Sabilul, polisi kembali menerima laporan warga bernama Sukardi warga Desa Talaga, Kecamatan Cikupa. Kepada polisi, Sukardi mengaku kehilangan sepeda motor pada 6 Februari 2019 sekitar pukul 2 dini hari.

“Dua laporan itu setelah didalami mengindikasikan para pelakunya merupakan orang atau kelompok yang sama,” terangnya.

Dikatakan Sabilul, polisi kemudian makin mengintensifkan penyelidikan hingga kemudian polisi berhasil membekuk HSN di Kampung Pondok, Desa Kubang, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang pada 6 Februari 2019. Saat akan ditangkap, HSN berusaha melawan dengan mengeluarkan senjata api. Petugas pun melakukan tindakan tegas dan terukur dengan melumpuhkan tersangka di bagian kaki.

Dari penangkapan HSN, polisi kemudian berhasil meringkus IRV di Kampung Cihideung, Kecamatan Cikupa. Seperti halnya HSN, IRV pun berusaha melawan dan melarikan diri saat akan dibekuk. Polisi juga berhasil menemukan HY yang bersembunyi di belakang pabrik di di Kampung Cihideung, Kecamatan Cikupa.

“Modus operandi para tersangka adalah dengan merusak kunci kontak dengan memakai kunci leter T,” ujar Sabilul.

Dari tangan para tersangka, polisi mengamankan barang bukti berupa 2 unit motor, 2 buah kunci leter T, 1 pucuk senjata api rakitan jenis revolver, serta 4 butir peluru kaliber 9 mm. Para tersangka mengaku menggunakan senjata api untuk melumpuhkan para korban.

“Jadi, bila korbannya berusaha melawan, mereka tidak segan menggunakan senjata api itu,” tutur Sabilul.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatan, para tersangka kini mendekam di sel Mapolresta Tangerang. Para tersangka dijerat Pasal 363 ayat (3) dan (4) atau Pasal 480 KUHP dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun.(s. Alif)

Kapolres, Kapolda dan Kapolri Akan Dipraperadilankan Gara gara Kasus Curanmor di Cianjur

Selecta news.Gara-gara kasus pencurian motor (curanmor) Kapolres Cianjur AKBP Soliyah, Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi dan Kapolri Jendral Tito Karnavian akan dipraperadilankan. Hal ini diungkap Pengacara Boyamin Saiman pengacara dari korban curanmor Hartanto Jusman (57) yang mengaku kecewa dengan penanganan di tingkat kepolisian yang lamban.
Menurut Boyamin, berkas dari pelaku Suherman Mihardja alias Aan harusnya sudah bergulir ke kejaksaan alias P21 namun belum juga ada niat kepolisian pelimpahan ke kejaksaan.
"Dalam satu pekan kedepan kita akan ajukan praperadilan, semuanya mulai dari tingkatan Polres, Polda dan Mabes Polri. Wajar saja saya marah seperti ini karena klien kami mencari keadilan, namun rasa-rasanya seperti dipermainkan," terang Boyamin dalam rilis kepada wartawan, Senin (11/2/2019).
Boyamin menilai, praperadilan menurutnya bisa dilakukan hingga ke tingkat Mabes Polri karena saat proses gelar perkara kasus yang terbilang sederhana ini juga digulirkan hingga ketingkatan yang sama.
"Untuk gelar perkara saja bergulir dari Polres, Polda dan Mabes Polri belum lagi di tingkat Kejaksaan Negeri, Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan Agung. Jadi saya rasa hal yang sama akan saya lakukan dengan jalan praperadilan," lanjutnya.
Informasi terkini yang diterima Boyamin, Polres Cianjur sudah mengeluarkan surat perintah membawa. Namun saat didatangi petugas Boyamin menyebut pelaku Aan yang juga Bos Butik Aliera itu tidak ada ditempat.
"Kabarnya surat perintah membawa sudah keluar namun si tersangkanya ini tidak ada, kami sudah bosan menunggu perkembangan kasus ini," tandas dia.
Sekedar diketahui, kasus curanmor berlatar sengketa antara korban yang merupakan kakak ipar dari tersangka. Aan adalah adik ipar dari pelapor, peristiwa itu memicu adanya dugaan perebutan harta gono-gini diantara keduanya.
“Klien saya pemilik sebuah rumah sakit di Tangerang, selain itu ada juga yayasan Bonavita yang membawahi beberapa sekolah. Di rumah sakit klien kami sebagai Direktur Utama sementara Aan adalah Direkturnya. Selepas istri klien saya meninggal, tersangka merasa memiliki hak atas kepemilikan dari klien kami, termasuk aksi pencurian motor yang dilakukan di villa milik klien kami,” beber Boyamin dalam sebuah kesempatan.(upd/sn/red

Viral Desain Sepatu Dianggap Mirip Lafaz Allah, Kapolresta Tangerang Datangi Pabrik Sepatu

Selecta news.-Kapolres Kota Tangerang Kombes Pol Sabilul Alif mendatangi PT. Adis Dimension Footwear (ADF) di Balaraja, Kabupaten Tangerang, Rabu, (6/2/19). Kedatangan Sabilul menindaklanjuti viralnya informasi mengenai desain sepatu yang dianggap mirip lafaz 'Allah'.

"Jadi kedatangan kami untuk menindaklanjuti informasi soal desain sepatu yang dianggap menyerupai atau mirip lafaz Allah itu," kata Sabilul.
Sabilul menerangkan, setelah melakukan pemeriksaan bersama pengurus perusahaan, tidak ditemukan desain sepatu seperti yang ramai diperbincangkan itu. Sabilul pun meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak gegabah menyebarluaskan informasi.
"Di PT. Adis ini tidak ada seperti itu. Kami sudah cek tadi," katanya.

Sabilul meminta masyarakat untuk melaporkan apabila menemukan desain sepatu semacam itu. Bila ditemukan, kata Sabilul, masyarakat jangan main hakim sendiri.

"Laporkan ke kami agar kami yang tindak lanjuti," ujarnya.

HRD PT. ADF Sandi mengaku mengetahui viralnya berita soal desain sepatu itu. Namun Sandi memastikan perusahaan tempatnya bekerja tidak memproduksi sepatu model itu.

"Tadi sudah kita periksa bersama, tidak ada dan kami memang tidak memproduksi seperti itu," tandasnya.(s. Alif/snn)

Satreskrim Polrestabes Medan Tangkap Pelaku Penganiayaan Jarisman Saragih

Selecta news.-Satreskrim Polrestabes Medan tangkap pelaku penganiayaan yang menyebabkan nyawa jarisman Saragih (21 Th) meninggal dunia beberapa hari lalu di jalan Cemara gang Keadilan lorong I Timur kecamatan Percut sei tuan.

mereka berhasil ditangkap oleh satuan Reskrim Polrestabes Medan di bawah pimpinan kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto SH SIK MSI,Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP putu Yudha prawira SH SIK MH dan Kanit pidum Iptu Said Husein SH,SIK.

Adapun keempat tersangka yang dimaksud yakni masing-masing bernama Ricky Sugiarto(25),Dicky pranoto als black(39) Danu indra als komeng (20)dan M Fadli(23).
kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto SH SIK MSI mengatakan ke-4 pelaku ini sudah diberikan tindakan tegas dan mengakui melakukan penganiayaan kepada korban hingga tewas dengan menggunakan benda keras dan tajam

Barang bukti yang disita adalah 1 Potong balok kayu,11 anak panah dan 2 buah senapan angin.

kami menghimbau agar kedua belah pihak harus menahan diri dan menjaga suasana tetap kondusif di kota Medan dan diharapkan tidak ada lagi bentrokan antar organisasi masyarakat di kota Medan.

Pasal yang dipersangkakan pasal 340 sub 338 dan atau pasal 170 ayat (2) ke (3e)KUHPidana
dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup atau penjara sementara selama-lamanya 20 Tahun.(shaf/red)