Slider

Cari Blog Ini

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Terbaru

Mendagri Cabut Instruksi Yang DibuatnyaTerkait Pakaian ASN, Atur Soal Jenggot Dan Hijab

Selecta  Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mencabut Instruksi Mendagri Nomor 225/10770/SJ Tahun 2018 tentang Tertib Penggunaan   Pakaian...

Kriminal

Nasional

Daerah

Politik & Hukum

Ekonomi

Olahraga

Hiburan

Mendagri Cabut Instruksi Yang DibuatnyaTerkait Pakaian ASN, Atur Soal Jenggot Dan Hijab

Selecta Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolomencabut Instruksi Mendagri Nomor 225/10770/SJ Tahun 2018 tentang Tertib Penggunaan Pakaian Dinas dan Kerapian di Lingkungan Kemendagri dan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Jumat (14/12/2018).
Instruksi itu dicabut setelah 11 hari diberlakukan atau sejak 4 Desember 2018. Instruksi tersebut mengatur tentang kerapian aparatur sipil negara (ASN) atau PNS di lingkungan Kemendagri dan BNPP.
Hadi mengatakan, pencabutan itu diputuskan setelah Kemendagri mendapat masukan dari masyarakat.
"Setelah mendengar masukan dari masyarakat dan memerhatikan perkembangan dinamika yang ada, Kemendagri memutuskan untuk mencabut instruksi Kemendagri tersebut," kata Sekretaris Jenderal Kemendagri Hadi Prabowo di Jakarta, Jumat (14/12/2018), seperti dikutip laman Kemendagri.go.id.
Sejumlah hal yang diperintahkan dalam instruksi tersebut antara lain ASN laki-laki tidak berambut gondrong dan tidak dicat warna-warni, menjaga kerapian kumis, jambang dan jenggot, serta penggunaan celana panjang hingga mata kaki.
Sementara untuk ASN perempuan, Mendagri memerintahkan, rambut rapi dan tidak dicat warna-warni, bagi yang menggunakan jilbab agar jilbab dimasukkan ke dalam kerah pakaian dan sesuai warna pakaian dinas, serta warna jilbab tidak bermotif/pol
“Kemendagri mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah berkontribusi aktif memberi masukan untuk kemajuan Kemendagri," ujar Hadi.
Hadi mengatakan, sebenarnya instruksi tersebut bersifat imbauan bukan larangan. Tujuannya, agar kerapian ASN terjaga, terutama saat melayani masyarakat.
“Frase kata Agar dalam Inmendagri tersebut memiliki arti imbauan, bukan merupakan suatu larangan”, jelas Hadi.(cnn/red)

Cerita Pengeroyok Yang Pertama Cekcok Dengan Anggota TNI Di Ciracas

Selecta news.-Jajaran Polda Metro Jaya kembali menangkap seorang juru parkir yang terlibat dalam pengeroyokan dua anggota TNI di Cibubur, Ciracas, Jakarta Timur pada Senin (10/12/2018) lalu.
Pelaku tersebut berinisial HP alias E. Dia merupakan juru parkir yang pertama kali terlibat cekcok dengan anggota TNI AL Kapten Komaruddin.
"Tersangka kedua kami ambil di rumahnya tadi malam, inisial HP alias E, umurnya 28 tahun, pekerjaan juga juru parkir. Perannya itu yang menggeser motor yang mengenai korban (Komaruddin) dan mendorong dada korban kedua (anggota TNI AD Pratu Rivonanda)," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Kamis (13/12/2018).
Lebih detail, Argo menjelaskan, pengeroyokan tersebut bermula ketika knalpot sepeda motor Komaruddin berasap. Komaruddin kemudian berhenti untuk mengecek kondisi sepeda motornya.
"Kemudian, ada tukang parkir itu memperbaiki posisi kendaraan yang lain. Pada saat memperbaiki motor yang lain, setang motornya terkena kepala korban, sehingga saling cekcok. Kemudian dari perkembangan cekcok itu, teman dari juru parkir melihat dan akhirnya terjadilah penganiayaan dan pengeroyokan," papar Argo.
Sebelum HP, polisi telah terlebih dahulu menangkap AP, seorang juru parkir liar yang juga terlibat dalam pengeroyokan tersebut.
AP ditangkap di kediamannya di kawasan Ciracas, Jakarta Timur pada Rabu (12/12/2018) saat ia masih tertidur. Polisi kemudian membawa AP ke Polda Metro Jaya untuk diinterogasi.
Menurut keterangan dari kedua tersangka yang telah diamankan, polisi mendapatkan informasi ada tiga orang lainnya berinisial IH, D dan SR yang hingga saat ini masih dalam pengejaran.
"Awalnya kami ketahui tersangka ada empat. Tapi hasil pengembangan tersangka ada lima. Dua sudah kami tangkap, tiga DPO (Daftar Pencarian Orang/Buron)," lanjut Argo.(kpc/sn)

Walaupun Berdesakan,"wajib Membayar Pajak Kenderaannya"

Selecta news. -Tidak terasa, pelayanan pemutihan kenderaan bermotor untuk wajib pajak sebentar lagi akan berakhir.Dengan sisa waktu kurang dari 17 hari,tampak wajib pajak memenuhi kantor Sistim Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Kota Binjai.Pantauan awak media dilokasi kantor Samsat Binjai terlihat padat untuk membayar pajak kenderaannya.
“Menghadapi ramainya wajib pajak KaUPT Samsat Binjai Ita Savitri selalu berkordinasi kepada seluruh jajarannya dalam hal ini Tata Usaha ,kasi penagihan,kasi pendataan.Ita berharaf agar kita selalu memberikan pelayanan terbaik kepada wajib pajak”.
Dengan banyaknya wajib pajak membayar pajak kenderaannya,membuat pendapatan Asli Daerah (PAD) kita akan terdongkrak.Hal ini akan nenguntungkan kedua belah pihak warga masyarakat akan melihat sendiri,akses jalan akan nenjadi baik dari sebelumnya.Ini semuah karena dari uang pajak yang mereka setorkan ke Pemvropsu melalui Samsat ujar Ita pada awak media ini.
Sementara itu salah seorang wajib pajak yang ikut antrian merasa bersyukur atas program Pemvropsu memberi kesempatan pada warga masyarakat memberi ampunan pajak (red pemutihan) kami merasa tertolong pak ucapnya.Semoga ini menjadi yang terbaik untuk kepala Daerah baru bapak Gubernut Sumatera Utara Edy Rahmayadi.
“KaUPT berharaf kepada wajib pajak,agar benar benar memanfaatkan waktu yang tersisa dan hanya tingfal beberapa hari lagi”.
Dan yang utama bayar langsung pajak kenderaan tersebut jangan lagi menunggu sebab,setelah tanggal 28 pajak kenderaannya akan menjadi normal kembali ucap KaUPT Ita Savitri”.(yd/zie)

Polresta Tangerang Ungkap Peredaran Sabu 1 Kilogram

Selecta news.-Satuan Reserse Narkoba Polres Kota Tangerang berhasil mengungkap jaringan peredaran narkoba jenis sabu. Tak tanggung-tanggung, dari pengungkapan itu, polisi berhasil mengamankan barang bukti sabu seberat 1.139,9 gram (i kilogram lebih) dan ekstasi sebanyak 51 butir.

Dari kasus itu, polisi mengamankan 2 tersangka yaitu Efrizal NS alias Rizal (49) dan Angga Pamase alias Otong (24). Rizal diketahui mengontrak di Jalan Ipres Gang Galian, Kelurahan Pondok Karya, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan. Sedangkan Angga adalah warga Jelupang, Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan. Kedua tersangka Efrizal ditangkap di parkiran basement Bintaro Jaya Exchange Mall, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan pada 5 Desember 2018 lalu.

Kedua tersangka sebelumnya sudah dalam pengintaian petugas kepolisian. Pada saat hari penangkapan, tersangka Efrizal dihubungi IW untuk mengantarkan sabu kepada Dion. Dion kemudian menghubungi tersangka tersangka Rizal agar barang sabu diserahkan  kepada tersangka Angga. IW dan Dion kini ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO).

Saat tersangka Rizal dan Angga melakukan transaksi, polisi langsung melakukan penangkapann. Selain barang bukti sabu dan ekstasi, polisi juga mengamankan barang bukti 1 unit timbangan elektrik dan 1 buah bong atau alat penghisap sabu.
Para tersangka dijerat dengan Pasal114 ayat (2) sub Pasal112 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara. Polisi memastikan akan terus memburu tersangka lain dan membongkar jaringan peredaran narkotika.(s. Alif/zie)

Apel Gabungan TNI-Polri

Selecta news.-Jakarta. Apel Gabungan TNI-Polri dalam rangka kesiapan pengamanan Natal 2018, Tahun Baru dan Pemilu Legeslatif dan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2019, di gelar di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Jumat (30/11). Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, S.I.P., bersama Kapolri Jenderal Polisi Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D memimpin apel kesiapan dalam rangka Pengamanan Natal dan Tahun Baru serta Pileg Pilpres 2019. Apel kesiapan pasukan ini mengerahkan 50.000 personel dari Angkatan Laut, Darat dan Udara serta personel Polri.
Dalam sambutannya Panglima TNI mengatakan “Kita yang hadir di Monas ini mewakili seluruh prajurit TNI-Polri dari seluruh Indonesia, kita mewakili rekan yang bertugas di Satuan Kerja dan Komando Kerja di perbatasan dan pulau-pulau terluar dan yang masih bertugas di wilayah bencana alam dan konflik internasional,”
Sementara itu, Jenderal Tito mengungkapan sinergitas dan konsolidasi yang sudah terjalin antara TNI dan Polri adalah kunci untuk menciptakan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang aman dan nyaman. Lebih jauh Tito menyatakan “Keamanan yang sudah terjadi selama ini kuncinya karena adanya sinergi yang luar biasa antara TNI dan Polri. Saya merasakan betul bagaimana dukungan yang baik dari TNI, karena adanya kerjasama dan sinergi yang tulus dari TNI-Polri di semua level. Saya ucapkan terima kasih kepada Panglima dan Kepala staf dan prajurit TNI yang dengan terus menunjukan kerjasamanya.
Apel ini dihadiri oleh KepaIa Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Andika Perkasa, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Siwi Sukma Adji dan Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Yuyu Sutisna serta Pejabat Tinggi Mabes TNI dan PoIri, Kapolda Metro Jaya Irjen. Pol. Drs. Idham Azis, M.Si dan Pangdam Jaya Joni Supriyanto.
Upacara Apel Gabungan ini juga menampilkan berbagai Alutsista dan Almatsus baik TNI dan Polri seperti Kendaraan, persenjataan, Helicopter, alat deteksi. (Hms Pol 30/11).(hmp/zie)

6 Fakta Pertempuran Di Puncak Kabo, Helikopter TNI Serang Hingga Penemuan 15 Jasad

Selecta news.-Pertempuran aparat keamanan dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Nduga, Papua, berlangsung sengit.
Helikopter milik TNI diberondong tembakan anggota KKB saat mengevakuasi Serda Handoko. Aparat gabungan TNI-Polri tak mau tinggal diam. Serbuan balasan segera dilancarkan dan akhirnya bisa memukul mundur KKB.
Aparat saat ini telah menguasai Pos TNI di Mbua dan terus melakukan penyisiran anggota KKB pimpinan Egianus Kogoya. Sementara itu, sejumlah korban pembantaian KKB telah ditemukan aparat.
Berikut ini fakta di balik perburuan KKB di Ndago, Papua.

1. Serda Handoko dan Pratu Sugeng tertembak oleh KKB di Pos TNI Mbua

Seorang prajurit Indonesia tengah berpatroli di sekitar Timika, Papua.
Sekitar pukul 05.00 WIT, Senin (3/12/2018), Pos TNI 755/Yalet, Mbua, tempat Jimmi bersama temannya diamankan, diserang oleh KKB.
Anggota KKB menyerang dengan senjata api standar militer, panah, batu dan tombak.
“Rupanya mereka tetap melakukan pengejaran. Serangan diawali dengan pelemparan batu ke arah Pos sehingga salah seorang anggota Yonif 755/Yalet, Serda Handoko membuka jendela, lalu ditembak dan meninggal dunia,” kata Kepala Penerangan Kodam XVII/Cendrawasih Kolonel Inf Muhamad Aidi, Rabu (5/12/2018).
“Saat itu anggota di pos membalas tembakan sehingga terjadi kontak tembak dari jam 05.00 WIT hingga 21.00 WIT. Karena situasi tidak berimbang dan kondisi medan yang tidak menguntungkan, maka pada 4 Desember sekitar pukul 01.00 WIT, Danpos memutuskan untuk mundur mencari medan perlindungan yang lebih menguntungkan. Saat itulah salah seorang anggota, Pratu Sugeng, tertembak di lengan,” ujar Aidi.
2. Baku tembak di Puncak Kabo
Sejumlah pasukan TNI AD melakukan latihan perang di Hutan Baluran, untuk meningkatkan kemampuan dalam menjaga NKRI.
Setelah sempat mundur, pasukan TNI dari Pos TNI 755/ Yalet bersama aparat gabungan, berhasil merebut kembali Pos TNI di Mbua tersebut.
Lalu, aparat TNI-Polri yang tergabung di Tim Belukar segera melakukan pengejaran kelompok pimpinan Egianus Kogoya ke Puncak Kabo.
Baku tembak tak terhindarkan setelah KKB melihat Tim Belukar merangsek hingga Puncak Kabo.
“Sesampainya di Puncak Kabo, tim yang terdiri anggota TNI dan Polri mendapat perlawanan dari kelompok KKB,” ungkap Kapolda Kapolda Papua Irjen Pol Martuani Sormin Siregar, Rabu (5/12/2018).
“Sampai saat ini tim Nanggala yang telah bersatu dengan tim Belukar masih melakukan penyisiran di Puncak Kabo. Kontak tembak terus terjadi. Tetapi kita masih susah mendapat kondisi riil di sana, lantaran akses telekomunikasi yang susah,” kata Kapolda singkat.
3. Bharatu Wahyu tertembak dan sulitnya medan di Puncak Kabo
Latihan Angkasa Yudha 2012 Prajurit Paskhas TNI AU memeragakan simulasi SAR tempur pada Latihan Manuver Lapangan Angkasa Yudha 2012 di Tanjung Pandan, Pulau Belitung, Bangka Belitung, Selasa (23/10). Latihan tersebut meliputi lima operasi udara, yaitu operasi serangan udara strategis, lawan udara ofensif, pertahanan udara, operasi informasi, dan operasi dukungan udara. Manuver lapangan ini melibatkan pesawat tempur, helikopter, pesawat angkut, pesawat intai dan pasukan TNI AU.
Bharatu Wahyu NRP 95100020, Personil Yon B ki 3 Resimen II Pelopor tertembak di bagian tangan saat melakukan penyerbuan ke Puncak Kabo.
Bharatu Wahyu pun segera dievakuasi untuk mendapatkan perawatan. Sementara itu, pasukan lainnya terus melakukan pengejaran kepada KKB di wilayah sekitar Puncak Kabo.
“Kini anggota yang terluka sudah dievakuasi ke Wamena ibu kota Kabupaten Jayawijaya. Kondisinya masih sadar, dia tertembak di bagian lengan,” ungkap Kapolda Papua Irjen Pol. Martuani Sormin Siregar.
Untuk sampai ke Puncak Kabo, pasukan harus melalui jalur hutan yang lebat, berbukit, dan melewati sungai.
Tak hanya itu, kelompok Egianus Kogoya yang dilengkapi persenjataan tempur, melalukan perlawanan terhadap aparat penegak hukum.
4. KKB serbu helikopter TNI saat evakuasi Serda Handoko
Helikopter milik TNI yang digunakan untuk mengevakuasi para korban pekerja di Nduga, Papua.
Saat mengevakuasi jenazah Serda Handoko, helikopter milik TNI diserang KKB pada hari Rabu (5/12/2018) siang.
Akibatnya, baling-baling helikopter terkena tembakan, namun evakuasi jenazah akhirnya berhasil dilakukan oleh tim Nanggala.
Kini jenazah Serda Handoko telah dievakuasi dari Distrik Mbua ke Kenyam, ibu kota Kabupaten Nduga, untuk selanjutnya diterbangkan ke Timika, Kabupaten Mimika.
“Karena ada tembakan dari arah Puncak Kabo, maka Tim Nanggala melakukan tembakan balasan dari helikopter. Ada satu helikopter jenis Bell yang baling-balingnya terkena tembakan dari kelompok KKB,” ungkapnya ketika dikonfirmasi melalui telepon selulernya.
5. TNI-Polri kuasai seluruh wilayah Puncak Kabo
Aparat TNI yang ditugaskan untuk melakukan evakuasi ke Yigi.
KKB lebih lihai mengenal medan pertempuran terus melakukan perlawanan di Kabupaten Nduga. Namun, anggota TNI-Polri tak menyerah untuk terus melakukan penyisiran.
Dandim 1702/Wamena Letkol Inf Chandra Dianto membeberkan, hampir seluruh wilayah di Puncak Kabo sudah berhasil dikuasai tim evakuasi.
Namun, seperti apa kondisi di lapangan tak bisa diketahui secara pasti, lantaran cuaca yang ekstrim disana.
“Cuaca di sana sangat berkabut. Jaringan telekomunikasi terbatas. Tapi kami sudah kuasai wilayah tersebut,” katanya.
6. Aparat temukan 15 jenazah di Puncak Kabo
Anggota TNI dibantu warga mempersiapkan peti jenazah untuk korban penembakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Wamena, Papua, Selasa (4/12/2018). Sebanyak 31 karyawan PT Istika Karya diduga tewas ditembak oleh KKB saat melakukan pengerjaan jalur Trans Papua di Kali Yigi dan Kali Aurak Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua pada 2 Desember lalu.
Sebanyak 15 jenazah ditemukan tim evakuasi di Puncak Kabo, Kali Yigi-Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua, Kamis (5/12/2018).
Jenazah-jenazah tersebut dipastikan adalah pegawai PT Istaka Karya yang bekerja untuk pembangunan jembatan Kali Yigi-Kali Aurak atau bagian proyek pembangunan jalan Trans Papua.
Rencananya, pada hari Kamis (6/12/2018), apabila tidak ada halangan dan rintangan, seluruh jenazah akan dievakuasi.
“Proses evakuasi jenazah segera dilakukan. Itu semua tergantung cuaca. Kalau cuaca di Wamena bagus maka kita bawa ke sini. Tapi kalau tidak, kita upayakan ke Timika,” ungkap Komandan Korem (Danrem) 172/PWY Kol. Jonatan Binsar P Sianipar, Rabu (5/12/2018) malam.(kpc/zie)

Kapolrestabes Medan Hadiri 100 Hari Program Kerja Kapolda Sumut

Selecta news.-Kapolrestabes Medan menghadiri Kegiatan Rapat 100 Hari program kerja Kapolda Sumut yang dilaksanakan di Aula Tribrata Polda sumut jalan Tanjung Morawa Km 10,5 Timbang Deli Medan Amplas.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kapolda Sumut Irjen Pol Drs Agus Andrianto,SH,MH,Waka Polda Sumut Brigjen Pol Mardiaz Kusen wihananto,SIK,MHum.

Irwasda Polda Sumut,Pju Polda sumut,Para Walikota/Bupati Provinsi Sumatera Utara, Para Kapolres jajaran Polda Sumut,Para Rektor Universitas Negeri/Swata Sumut,Ketua Fkub Sumut,Para Kadis Kota Medan,Para Camat Sekota Medan,Para Ulama dan Tokoh Masyarakat.
Kegiatan ini bertemakan dengan program promoter Polri kita dukung pemerintah dalam melaksanakan pembangunan Nasional.

Awal Kegiatan Dimulai dengan Pembacaan Doa,Menyanyikan lagu indonesia raya,Paparan Penampilan/visualisasi program 100 hari kerja Kapolda Sumut.

paparan Karo Ops,paparan Dir krimsus,Paparan Kapolrestabes Medan,Paparan Walikota Medan,Arahan penekanan Kapoldasu,Tanya jawab,Menyanyikan lagu bagimu negeri.

Kapolrestabes medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto,SH,SIK,MSi mengatakan Dalam Program 100 Hari kerja Kapolda untuk kota Medan ada Kebijakan kapolda tentang Kerjasama lintas Sektoral, keterlibatan secara aktif penertiban.
reklame dan baliho,Keterlibatan secara aktif penertiban pasar tumpah,keterlibatan penertiban pembangunan tanpa Imb,penanganan kemacetan lalu lintas,penanganan.

premanisme,pengaktifan terminal Amplas dan penanganan banjir,pembersihan drainase.

Kapolda sumut telah membawa Energi positif yang ditebarkan dan tidak pernah habis.seluruh jajaran harus mempunyai rencana untuk kota medan yang menjadi baik.

Saya ingin kota medan bagus harus mempunyai visi dan misi yaitu Wilayah aman,tertib,teratur,nyaman,indah,adil dan sejahtera.

Program promoter Fungsi kepolisian ada Dinamisator dan Motivator, itu harus dibangun dengan baik.

kita harus segaris dengan cara membuat keputusan yang didalamnya ada  Multistake Holder dengan sinergitas integratif sistematis Masif.

Berikan yang terbaik untuk masyarakat yaitu kita saling kerjasama.itu sudah kita wujudkan dikota medan.

Secara umum Tindak pidana Curas,curat dan curanmor telah menurun serta keterlibatan secara aktif dalam penertiban reklame dan baliho ada 2408 baliho kecil yang telah dimusnakan dan yang besar 343 dan ada sisa 66 dan ini segera kita musnakan.

Dengan komunikasi dan kerjasama yang baik kota medan menjadi tertata,indah dan aman.

Pasar tumpah semua sudah selesai ditertibkan hanya tinggal 1 di kampung lalang.masalah kemacetan sudah kita lakukan penertiban parkir liar.(red)