Slider

Cari Blog Ini

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Terbaru

Jual Pelajar SMA Ke Pria Hidung Belang, Polda Sumut Ringkus Seorang Germo

Selecta news.-Subdit IV Renakta Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumatera Utara (Sumut) berhasil meringkus seorang ge...

Kriminal

Nasional

Daerah

Politik & Hukum

Ekonomi

Olahraga

Hiburan

Jual Pelajar SMA Ke Pria Hidung Belang, Polda Sumut Ringkus Seorang Germo

Selecta news.-Subdit IV Renakta Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumatera Utara (Sumut) berhasil meringkus seorang germo bernama Deni (22) warga Medan, dari Hotel Sunggal, di Jalan Pantai Barat Cinta Damai No 16, Rabu (15/8) pukul 16.30 WIB.

Pelaksana Harian Kabid Humas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan mengatakan, Deni ditangkap karena telah melakukan tindak pidana memperdagangkan orang dengan menjualnya kepada para pria hidung belang.

"Benar, Polda Sumut telah melakukan penangkapan terhadap seorang germo yang memperdagangkan orang kepada hidung belang," ungkapnya kepada wartawan.

MP Nainggolan menjelaskan, dalam penangkapan tersebut, Polda Sumut juga berhasil mengamankan tiga orang korbannya, masing-masing Tamelia alias Tasya (17) putus sekolah, lalu Fadilla alias Dilla (18) pelajar, dan Agustina alias Tina (18) pelajar yang ketiganya warga Jalan Ayahanda, Medan.

"Dalam penangkapan itu turut diamankan 3 buah handpone serta uang tunai Rp 500.000," sebutnya.

MP Nainggolan menjelaskan, penangkapan terhadap germo ini bermula ketika Subdit IV Ditreskrimum Polda Sumut memperoleh informasi adanya pelaku tindak pidana perdagangan orang untuk di perdagangkan kepada hidung belang. Selanjutnya, sekitar pukul 14.00 WIB, salah seorang petugas bernama Bripka Irfansyah Siregar melakukan penyamaran sebagai hidung belang, untuk menangkap Deni.

Saat itu Deni datang menemui Irfan ke Hotel Sunggal seorang diri bermaksud untuk mengantarkan ketiga korban. Tak lama kemudian, tim yang telah bersiap-siap langsung masuk kedalam lobby hotel dan meringkus Deni.

"Ketiga korban datang dengan menumpangi taksi online. Ketika uang sebesar Rp 500 ribu diberikan Deni sebagai panjar, tim langsung melakukan penggeledahan dan menangkap Deni serta mengamankan barang bukti," jelasnya.

Selanjutnya, sambung MP Nainggolan, Deni pun diboyong ke Polda Sumut untuk dilakukan pemeriksaan. Begitu juga terhadap ketiga korban perdagangan oleh germo tersebut.

"Saat ini Polisi masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut," pungkasnya.(red)

Reskrim Polsek Medan Labuhan, Amankan Pencuriaan Spesialis Pecah Kaca Mobil

Labuhan,selecta news.-Sesuai komitmen Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan Lubis SH,MH dengan atensi amankan wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan dari 3C langsung di buktikan oleh seluruh jajaran Polsek.
Seperti tersangka residivis kambuhan sepesialis pencuriaan dengan pemberatan (curat) pecah kaca mobil diringkus personil Sat Reskrim Polsek Medan Labuhan bernama Handoyo Vinargo (25) penduduk Jalan Asia Gg. Suasa No. 3 F Kel. Sei Rengas Kec. Medan kota,dan tersangka kedua bernama Parlindungan Manalu alias Koven (32) penduduk Jalan Komplej Lama Lorong 7 Kel.Sei Mati Kec.Medan Labuhan,Selasa (14/8/2018) sekira pukul 02.30 wib.
Kedua tersangka residivis curat spesialis pecah kaca mobil tersebut diringkus dilokasi Jalan Keramat Simpang Komplek TKBM Kel. Sei Mati Kec. Medan Labuhan.
Barang bukti yang berhasi diamankan petugas berupa,1 (Satu) Unit sepeda motor Yamaha Jupiter Mx King warna kuning hitam tanpa nomor Polisi,Uang pecahan Rp.100.000 sebanyak 5 lembar milik korban,Uang pecahan Rp 5000 sebanyak 4 Lembar,Uang pecahan 50 YUAN sebanyak 1 lembar,1set alat hisap sabu/bong,4 buah buku tabungan tahapan BCA milik korban,SIM A, SIM C, dan KTP milik korban,2 buah STNK milik korban,1 buah HP merk samsung warna putih,1 buah helm milik TSK,2 buah topi milik TSK,4 buah paku runcing guna gembos ban milik TSK,2 buah mancis,2 buah plastik klip lis merah kosong habis pakai,1 lembar cek milik korban senilai RP. 50 juta rupiaht,1 lembar kwitansi jual beli milik korban,1 bundal bon faktur,1 unit TV polytron warna hitam,dan Dokumen milik korban lainnya.
Tersangka pada hari Senin Tanggal 13 Agustus 2018 sekira Pukul 13.30 Wib sedang berkeluling mencari mangs tepat ada sasaran,korban bersama istrinya sedang mengambil uang di BCA KIM I Mabar untuk keperluan usaha.Setelah mengambil uang kedua pasutri tersebut, makan siang di warung Soto Aidil di Pasar II Mabar.Dan memarkirkan kenderaanya Mobil Toyota Inova Hitam BK 1415 LU dibelakang Warung.
Pada saat Korban sedang makan tiba-tiba dari arah lokasi parkir Korban didatangi seorang laki-laki yg mengatakan bahwa kaca mobil Korban telah dipecahkan dua orang laki-laki,atau kedua tersangka dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Jupiter MX King warna kuning tanpa nomor Polisi.
Selanjutnya Korban bersama istrinya bergegas melihat keadaan mobilnya sudah dalam keadaan sudah Pecah kacanya.
Langsung korban mendapati, barang-barang sudah raib, berupa 1 (satu) buah Tas berisi uang Tunai Rp. 22. 000.000., buku Bank, surat-surat bon faktur usaha Korban serta 1 (satu) unit HP milik istirnya sudah tidak ada didalam mobil lagi.Atas kejadian tsb Korban mengalami kerugian Rp. 27.000.000,- yang sudah hilang dari dalam mobil korban.
Selanjutnya korban membuat Laporan ke Polsek Medan Labuhan dan meminta agar Pelaku dilidik dan ditangkap serta diproses sesuai Hukum yg berlaku.
Atas kejadian tersebut Kapolsek Medan Labuhan Kompol H. Tampubolon, SH., memerintahkan Kanit Reskrim Iptu Bonar H.Pohan,SH untuk cek TKP dan Lidik serta mengungkap pelaku,sesuai dengan surat laporan kepolsian nomor,LP /491 /VIII /2018 /Pel-Labuhan / Sek-Medan Labuhan tanggal 13 Agustus 2018.
Dari hasil olah TKP dan Keterangan saksi-saksi di TKP serta data yg ada diperoleh, Informasi dapat disimpulkan bahwa ciri-ciri pelakunya adalah kelompok Sei Mati.
Atas dasar data tersebut Team Sus Gagak Polsek Medan Labuhan Polres Pelabuhan Belawan dipimpin Kanit Reskrim Polsek Medan Labuhan Iptu Bonar H. Pohan,SH, melakukan Lidik terhadao para pelaku.
Pada hari Selasa Tgl 14 Agustus 2018 sekira Pukul 02.30 Wib mengetahui keberadaan pelaku atas nama Parlindungan Manalu sedang bermain jekpot di TKP.Selanjutnya dilakukan penangkapan serta menyita satu unit sepeda motorr yang dipakai pelaku bersama rekannya atas nama “S” (DPO) pada saat aksi,dilanjutkan dengan penggeledahan rumah Kost milik pelaku di Sei Mati dan menyita barang-barang korban serta uang sisa pembagian dari hasil aksinya.
Pada saat dilakukan pengembangan untuk mencari keberadaan rekan pelaku atas nama “S”,tersangka Parlindungan Manalu berupaya melawan dan memukul Petugas Team Sus,dengan sigap petugas memberikan tindakan tegas serta terukur kepada Pelaku dengan menembak salah satu kaki tersangka
Dari Hasil Interogasi awal terhadap tersangka,mengakui perbuatannya melakukan curat dengan cara memecahkan kaca mobil milik korban yang mana mobil tersebut telah diikuti oleh pelaku bersama rekannya “S” (DPO) sewaktu mengambil uang di Bank BCA KIM I Mabar.
Setelah pelaku melakukan aksinya bersama rekannya dan kembali ke Sei Mati serta akhirnya tertangkap petugas Tim Sus Gagak Polsek Medan Labuhan Polres Pelabuhan Belawan.
Tersangka mengaku merupakan Residivis curat dengan modus pecah kaca mobil dan sudah bermain sejak dua tahun lalu dan sudah dua kali masuk penjara.Dimana terakhir kali Tahun 2018 dengan Vonis 4 bulan penjara diLapas Kelas II Cab.Labuhan Deli.
Selanjutnya Team memboyong tersangka ke RS AL Belawan guna melakukan pertolongan pertama,selanjut boyong Tersangka ke Komando Polsekta Medan Labuhan untuk diproses pemeriksaan lebih lanjut.(red) 

Kapolri Jenderal Tito Karnavian Mutasi 62 Perwira Tinggi Dan Menengah, Berikut Sejumlah Nama

Selecta news.-Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian kembali melakukan perombakan jabatan di internal kepolisian.
Berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor 81/ 2014 A/III/KEP./2018 dan ST/ 2015 A/III/KEP./2018, pada Senin (13/8/2018), terdapat 62 perwira tinggi dan menegah yang dimutasi. Berikut beberapa perwira yang dimutasi dan menempati jabatan baru:
1. Irjen Pol Sigit Sudarmanto yang sebelumnya menjabat Wakil Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri, diangkat sebagai analis kebijakan utama bidang kurikulum Lemdiklat Polri. 2. Irjen Pol Boy Rafli Amar yang sebelumnya menjabat Kapolda Papua, kini diangkat sebagai Wakil Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri.
3. Irjen Pol Martuani Sormin yang sebelumnya menjabat Kadiv Propam Polri, kini menjabat Kapolda Papua.
4. Brigjen Pol Listyo Sigit Prabowo yang sebelumnya menjabat Kapolda Banten, diangkat sebagai Kepala Divisi Propam Polri.
5. Brigjen Pol Teddy Minahasa Putra yang sebelumnya menjabat Karopaminal Divisi Propam Polri, kini diangkat sebagai Kapolda Banten.
6. Brigjen Pol Ignatius Sigit Widiatmono yang sebelumnya bertugas di BNPT, kini diangkat sebagai Kepala Biro Paminal Divisi Propam Polri.
7. Brigjen Pol Eddy Hartono yang sebelumnya Wakil Kepala Densus 88 Polri, kini ditugaskan di BNPT.(red) 

Kapolda Nobar Film Dokumenter Polwan Cartensz

Selecta news.-Kapolda Sumut Irjen Pol Drs Paulus Waterpauw bersama pejabat utama, Ibu Bhayangkari dan Polwan dari sejumlah polres menggelar nonton bareng (nobar) film dokumenter Polwan Cartensz di Cinema XXI Ringroad City Walks Jalan Gagak Hitam, Selasa (14/8) pagi.

Orang nomor satu di Polda Sumut tersebut pun memuji keberhasilan 24 polwan hasil seleksi dari seluruh polda di Indonesia yang dapat menaklukkan Gunung Cartensz di puncak Jaya Wijaya dengan ketinggian 4.884 mdpl.

"Artinya menyatakan bahwa mereka adalah polisi-polisi wanita yg memiliki kemampuan yang sama juga untuk melakukan hal seperti itu. Yang penuh tantangan, penuh resiko bahkan maut mengancam,  tapi mereka juga bisa. Ini memberikan dorongan motivatif bagi yang lain," ujar Paulus, saat ditemui usai menggelar nobar.

Kemudian, kata Paulus, dalam film tersebut banyak makna yang terlintas bahwa untuk mencapai puncak itu tidak bisa berjalan sendiri. Harus bergandeng tangan satu dengan yang lain, siapa pun dia.

"Tadi kan sama-sama kita lihat, ada yang melatih, ada yang menjadi tutor, ada yang menjadi penuntun, ada yang menjadi dokter, ada yang memberikan tambahan okseigen  ada juga yang khusus memompa semangatnya. Dalam kehidupan kita memang seperti itu," ucap Paulus.

Dalam rangka menyambut HUT Polwan yang jatuh pada 1 september mendatang, Paulus yang mengaku sesaat lagi akan pindah tugas, namun dia tetap memberikan apresiasi yang besar kepada polwan-polwan di seluruh Indonesia dan di Sumatera Utara yang luar biasa.

"Sekarang kita tinggal dorong pimpinan untuk memberikan semangat tanpa lelah. Kemudian berharap polwan-polwan kita dapat membuat inovasi-inovasi baru dan bisa berprestasi," pesan Paulus.

Tau Wilayah Cartensz

Sebelum nonton bareng digelar, Paulus sempat memberikan sambutan dihadapan para tamu undangan yang hadir. Paulus mengaku tau wilayah Cartensz dan dia pernah menjadi kapolres di bawah gunung tersebut. Dia bilang, posisi gunung itu memiliki tinggi 4.884 meter, sudah seimbang dengan pasir teling PT Freeport.

"Dibalik adanya aktivitas mendaki gunung, film ini secara langsung menyebut kalau kita punya tempat yang bagus. Ini momen yang sangat baik, karena pada 17 Agustus tahun lalu mereka dapat menancapkan bendera Indonesia di puncak Cartensz. Ini menjadi kebanggaaan kepada kita," tukas Paulus.

Mantan Kapolda Papua tersebut mengatakan, dari film tersebut kita dapat mengambil hikmah yakni bagaimana membuat tim, mengatur manajemen dan yang paling penting memberikan pelajaran kepada kita bahwa manusia tidak ada apa-apanya saat kita berada di ketinggian.

"Kita adalah makhluk yang kecil tidak ada apa-apanya. Jadi saat bertugas, berbuat baiklah kepada yang lain. Adek-adek polwan yang akan ulang tahun 1 September nanti, saya mohon pamit kembali ke markas besar. Saya berharap polwan di Polda Sumut dapat berprestasi," pungkas Paulus.

Sebelumnya, dua puluh empat Polisi Wanita (Polwan) tangguh melaksanakan ekspedisi ke puncak gunung Cartenz, Papua, dalam rangka Memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-72 dan Memperingati Hari Ulang Tahun Polwan Ke-69.

Puncak gunung atau yang sering disebut “Piramida Cartenz” ini merupakan gunung tertinngi di Indonesia dan satu-satunya gunung yang berada di Indonesia yang diselimuti salju abadi yang memiliki ketinggian 4.884m, akan dilalui oleh 24 polwan tangguh.

Para Polwan tersebut terbang menuju Papua pada tanggal 30-31 Juli 2017, untuk berdaptasi terlebih dahulu dan untuk penyesuaian suhu. Setelah itu, 24 polwan ini akan memulai perjalan menuju puncak Gunung Cartensz.


Berikut daftar nama 24 Polwan tangguh yang akan melakukan ekspedisi:

1. AKBP Siwi Erma Andriani, S.I.K ;
2. IPDA Heny Guastiana;
3. Ipda Priskila Kaom Sangek;
4. Bripda Fajar Astuti;
5. Bripda Sari Nastiti;
6. Bripda Dea Marcheliana;
7. Bripda Intan Widya Ningsih;
8. Bripda Alisia Dwi Kartini;
9. Bripda Indri Anastasya;
10. Bripda Dwi Surya Wulandari;
11. Bripda Berti Kurniawati;
12. Bripda Nidia Ariani;
13. Bripda Amelia K Lumuwu;
14. Bripda Retno Ayu Wedowati;
15. Bripda Tika Astria;
16. Bripda Virnayanti;
17. Bripda Ayu Agiswi;
18. Bripda Jessica Zhivaneska;
19. Bripda Muthia Octavida;
20. Bripda Ica Ayu Nuraini;
21. Bripda Adisti Mahesa;
22. Bripda Mince Yessy Ebe;
23. Bripda Phemiralna;
24. Bripda Gusti Elvira.(red)

Pengacara Klarifkasi Kabar Dukungan Ahok Ke Jokowi-Ma'ruf

Selecta news.-Adik Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sekaligus pengacaranya, Fifi Lety Tjahaja Purnama, meluruskan kabar soal rumor dukungan Ahok ke pasangan Joko Widodo - Ma'ruf Amin di Pilpres 2019.
Kabar dukungan Ahok ke Jokowi-Ma'ruf dinyatakan oleh Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan. Ia mengklaim Ahok menulis surat kepadanya terkait dukungan tersebut. Pascapernyataan Luhut itu, Fifi mengaku banyak ditanya oleh wartawan. Selain soal dukungan Ahok ke Jokowi, Fifi banyak ditanya soal kabar kunjungan Ma'ruf ke tempat Ahok ditahan dan apakah Ahok sudah memaafkan Ma'ruf Amin.
"Saya jawab semuanya di sini saja," kata Fifi dalam akun Instagramnya, @fifiletytjahajapurnama.
Fifi mengatakan, memaafkan adalah perintah Tuhan seperti yang dimuat dalam kitab suci.
Sementara soal kunjungan Ma'ruf ke Markas Komando Brimob, tempat Ahok ditahan, Fifi menegaskan hal tersebut tidak benar sama sekali.
"Soal kunjungan ke Mako itu tidak benar sama sekali," kata Fifi.
Sedangkan terkait Pilpres, Fifi menyatakan hal tersebut masih terlalu dini untuk dibahas. "Masih lama itu," katanya.
"Bisa jadi, bisa juga tidak, soalnya masih tahun depan," katanya,
Karena itu Fifi meminta semua untuk menunggu tahun depan saja. Apa lagi saat ini mantan Gubernur DKI Jakarta dan Bupati Belitung Timur itu masih di penjara.
"Gimana nanti aja, biar pak Ahok sendiri yang jawab, pak Ahok yang paling tahu beliau mau apa nantinya," kata Fifi.
Sebelumnya Luhut mengaku mendapat surat dari Ahok yang isinya bahwa Ahok tak marah Jokowi memilih Ma'ruf Amin jadi cawapresnya. Bahkan, Ahok, kata Luhut, ingin ikut kampanye untuk Jokowi - Ma'ruf.(red) 

Polresta Tangerang Kembalikan Sisa Dana Pengamanan Pilkada

Selecta news.-Polresta Tangerang mengembalikan sisa dana pengamanan Pilkada Kabupaten Tangerang yang dilaksanakan pada Juni 2018 lalu. Dana itu dikembalikan ke kas daerah Kabupaten Tangerang.

Pengembalian anggaran yang bersumber dari dana hibah itu secara simbolis diserahkan Kapolresta Tangerang Kombes Pol Sabilul Alif kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang Maesyal Rasyid, disaksikan Kapolda Banten Brigjen Pol Listyo Sigit Prabowo, Senin (13/8/18) di Aula Mapolresta Tangerang.

Kapolres menjelaskan, pengembalian sisa anggaran itu karena pada saat pelaksanaan pengamanan, Polresta Tangerang melakukan efisiensi penggunaan anggaran. Efisiensi itu, kata Kapolres, dapat dilakukan karena intensitas gangguan keamanan saat Pilkada Kabupaten Tangerang relatif kecil.

“Dana hibah pengamanan yang kami terima sebesar Rp 3.659.800.000. Anggaran itu terserap sebesar Rp 2.631.472.000 atau 72 persen. Sehingga masih ada sisa sebesar Rp 1.028.328.000 atau 28 persen. Dan itu yang kami kembalikan,” terang Kapolres.

Kapolres melanjutkan, situasi keamanan saat Pilkada Kabupaten Tangerang cukup stabil. Kondusivitas itu, ujar Kapolres, tidak lepas dari optimalisasi kekuatan pengamanan. Sehingga, lanjutnya, segala potensi kerawanan dapat dieliminir bahkan dihilangkan.

“Terlepas dari pasangan calon yang hanya ada satu, namun pelaksanaan keamanan yang kami lakukan tetap maksimal. Dan kami bersyukur segala tahapan Pilkada dapat dilalui dengan baik,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Kapolres juga mengapresiasi peran serta masyarakat serta semua pihak yang membantu terlaksananya pilkada dengan damai. Kapolres pun mengajak semua elemen untuk melanjutkan tren positif itu, terutama menyambut Asian Games 2018 dan Pemilu 2019.

Sekda Kabupaten Tangerang Maesyal Rasyid mengapresiasi langkah Polresta Tangerang. Menurutnya, efisiensi anggaran bukanlah karena ada ketidak-cermatan penyusunan perencanaan. Namun, lanjutnya, karena ketelitian danb ketepat-gunaan dalam penggunaan.

“Kami mengapresiasi Polresta Tangerang. Dapat mengawal pesta demokrasi kondusif sekaligus mampu melakukan efisiensi anggaran,” tukasnya.(S. Alif)

Polres Kota Tangerang Kibarkan Bendera Raksasa Kelilingi Gedung

Selecta news.-Menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-73, Polres Kota Tangerang mengelilingi gedungnya dengan bentangan bendera Merah-Putih raksasa. Bendera dengan panjang 135 meter dengan bentangan lebar 13 meter dan berat sekitar 500 kilogram itu nampak menutupi seluruh sisi gedung Polres Kota Tangerang di Tigaraksa. Kapolres Kota Tangerang Kombes Pol Sabilul Alif mengatakan, pemasangan bendera Merah-Putih berukuran besar itu tidak dimaksudkan untuk menyabet rekor tertentu. Pemasangan bendera yang mengelilingi gedung, kata Kapolres, adalah untuk membangkitkan jiwa Nasionalisme seluruh elemen masyarakat.

"Dari kejauhan sudah nampak gedung tertutup Merah-Putih. Dengan begitu, kami berharap, rasa mencintai Tanah Air akan tergugah dan sekaligus mengingatkan bahwa kita akan menyambut hari kemerdekaan," kata Kapolres, Sabtu (11/8/17).

Ia menambahkan, bendera akan dipasang selama bulan Agustus 2018. Sebab bulan Agustus ada banyak peristiwa bersejarah yang patut dikenang dan diteladani oleh generasi saat ini. Merah-Putih saat Agustus, lanjut Kapolres, menegaskan identitas sebagai bangsa Indonesia.

"Dalam hal lain, kita boleh berbeda pandangan, berbeda warna bendera. Tapi untuk bangsa, untuk Indonesia, hanya Merah-Putih yang harus berkibar," terangnya.

Kapolres menjelaskan, pemasangan bendera yang mengelilingi gedung menegaskan bahwa institusi Kepolisian merupakan garda terdepan untuk membela kepentingan bangsa. Polisi, kata Kapolres, tugas utama dan terutamanya adalah menjaga keutuhan NKRI.

"Bendera yang mengelilingi gedung dapat dimaknai bahwa hati dan jiwa kita harus terbungkus Merah-Putih. Mengisi kemerdekaan dengan mengutamakan kepentingan nasional," tandasnya.(S. Alif)