Slider

Cari Blog Ini

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Terbaru

Poldasu Ringkus 17 Tersangka Kasus Narkoba 22,69 Kg Shabu

Selecta news.- Sukses…, kata kata itulah yang pantas buat Unit 1 Subdit III Ditresnarkoba Polda Sumut, karena dalam 15 hari mulai dari (2...

Kriminal

Nasional

Daerah

Politik & Hukum

Ekonomi

Olahraga

Hiburan

Poldasu Ringkus 17 Tersangka Kasus Narkoba 22,69 Kg Shabu

Selecta news.-Sukses…, kata kata itulah yang pantas buat Unit 1 Subdit III Ditresnarkoba Polda Sumut, karena dalam 15 hari mulai dari (26/02/19) sampai dengan (13/03/19) berhasil meringkus 17 orang tersangka yang terlibat kasus peredaran Narkoba.
Satu dari 17 tersangka tersebut, mencoba melarikan diri saat ditangkap, maka petugas mengambil tindakan tegas dan terukur, betis kaki kiri tersangka M terpaksa dihadiahi timah panas.
Dari pelaku yang 17 orang itu, polisi mengamankan barang bukti berupa Shabu sebanyak 22,69 Kg dan 20.000 butir Pil Etizolam, dalam paparan di depan halaman Ditresnarkoba Poldasu (17/03/19), paparan dipimpin Kombes Pol Henry Marpaung mewakili Kapoldasu didampingi Kasubpenmas AKBP MP Nainggolan, bagian Labfor dan PJU lainnya.
Kronologis penangkapan berawal pada hari Selasa (26/02/19) sekira pukul 19.00 Wib melakukan penangkapan terhadap 3 (tiga) orang tersangka laki-laki dengan inisial F, M Als. P dan I, dari keterangan para tersangka berhasil diringkus MY, EAS alias G dan DH dari 3 lokasi yang berbeda yakni di Sei Semayang, Kota Binjai, Desa Limau Manis, Tanjung Morawa, Deli Serdang, dan di Tanjung Balai dengan barang bukti sabu-sabu total seberat 4,973 Kg yang dikemas dalam bungkusan teh bertuliskan huruf Cina dengan merk Guanyinwang.Selanjutnya penangkapan pada hari Selasa (12/03/19) sekira pukul 00.15 Wib di jalan lintas sumatera Desa Perjuangan Kelurahan Sei Balai Kabupaten Batubara petugas Kepolisian Unit 1 Subdit III Diresnarkoba Polda Sumut memberhentikan 1 (satu) unit mobil xenia warna hitam No. Pol BM 1190-AX dan melakukan penangkapan terhadap 2 (dua) orang tersangka laki-laki dengan inisial SIS dan MS, kemudian
sekira pukul 00.30 Wib di lokasi yang sama memberhentikan 1 (satu) unit mobil avanza warna silver No. Pol BK 6426-ACH dan berhasil mengamankan 2 (dua) orang tersangka laki-laki dengan inisial ZRG dan AHP dan barang bukti 18 bungkus (17,687 Kg) plastik teh warna hijau dengan merk Guanyinwang yang berisikan Narkotika Jenis Shabu.
Hasil pengembangan SIS, MS, ZRG dan AHP bahwa Shabu tersebut akan di antar kepada seorang laki-laki yang berinisial SK di Medan, dan sekira pukul 06.30 Wib Petugas berhasil menangkap tersangka SK di Jalan Sisingamangaraja Kecamatan Medan Area Kota Medan.
Penangkapan selanjutnya pada hari Rabu (13/03/19) berhasil menangkap 3 tersangka di 3 lokasi yang berbeda dengan barang bukti sebanyak 70 gram Shabu.
Berdasarkan laporan informasi dari masyarakat pada hari Rabu (13/03/19): sekira pukul 10.00 wib ada 3 (tiga) orang laki-laki membawa Psikotropika dari Malaysia menuju Tanjung Balai menggunakan sampan selanjutnya Petugas Kepolisian Unit 4 Subdit II Ditresnarkoba Polda Sumut
sekira pukul 17.30 Wib di perairaan Teluk Nibung Kecamatan Teluk Nibung Kota Tanjung Balai memberhentikan 1 (satu) unit sampan dan berhasil melakukan penangkapan terhadap 3 (tiga) orang tersangka dengan inisial A Als. J, J dan I dengan barang bukti berupa 4 (empat) bungkus besar kemasan plastik warna silver yang masing-masing kemasan berisi Psikotropika sebanyak 500 papan atau 5.000 butir dengan jumlah keseluruhan sebanyak 2.000 papan atau 20.000 (dua puluh ribu) butir.
Narkotika Golongan I Jenis Shabu tersebut, dapat menyelamatkan anak bangsa sebanyak 226.900 (dua ratus dua puluh enam ribu sembilan ratus) Orang dengan asumsi 1 gram shabu untuk 10 orang pengguna dan Psikotropika Jenis Etizolam tersebut, dapat menyelamatkan anak bangsa sebanyak 20.000 (dua puluh ribu) Orang dengan asumsi 1 butir Pil Etizolam untuk 1 orang pengguna
Total keseluruhan anak bangsa yang diselamatkan sebanyak 246.900 (dua ratus empat puluh enam ribu sembilan ratus) Orang.(pbn/sn/red)

Rommy: Inilah Risiko Jadi Juru Bicara Terdepan Sebuah Koalisi

Selecta news.-Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Muhammad Romahurmuziy sempat menyampaikan pepatah Arab usai dirinya ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap seleksi pengisian jabatan pimpinan tinggi di Kementerian Agama (Kemenag). Pernyataan ini ia tuangkan dalam surat yang ia bagikan ke awak media, Sabtu, 17 Maret 2019.
Pria yang akrab disapa Rommy itu masih merasa telah dijebak. Sebab, ia mengaku tidak terbesit melakukan apa yang dituduhkan padanya.

Ia merasa ini adalah risiko dan sulitnya menjadi salah satu publik figur yang kerap jadi tumpuan aspirasi tokoh agama atau tokoh-tokoh masyarakat dari daerah.

"Dengan adanya informasi pembuntutan saya selama beberapa pekan, bahkan bulan sebagaimana disampaikan penyelidik, maka inilah risiko menjadi juru bicara terdepan sebuah koalisi yang menginginkan Indonesia tetap dipimpin oleh paham nasionalisme-religius yang moderat," kata Rommy.

Sebelumnya, sebanyak lima orang, termasuk Ketua Umum Muhammad Romahurmuziy, diamankan dalam operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi di Jawa Timur, Jumat, 15 Maret 2019.
Lima orang tersebut ada dari unsur penyelenggara negara dari DPR RI, anggota DPR RI. Kemudian ada unsur swasta dan dari unsur pejabat di Kementerian Agama, pejabat di daerah ya di Kementerian Agama," ujar Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di kantor KPK, Jakarta Selatan.
Febri menyatakan, kelima orang itu diamankan atas dugaan tindak pidana pengisian jabatan di Kementerian Agama.(vci/sn/red)

TKN : Jokowi -Ma'ruf Tawarkan Program Realistis, Sandiaga Ceritakan Program Oke Oce yang Gagal

Selecta news.-Sekretaris Tim Kampanye Nasional Hasto Kristiyantomemuji Kiai Maruf Amin yang membuat kagum seluruh penonton yang hadir dalam debat cawapres di Hotel Sultan, DKI Jakarta, pada Minggu (17/3/2019) malam.
Menurut Hasto, pidato Kiai Maruf Amindalam debat cawapres telah merubah pandangan orang yang sebelumnya diragukan kemampuannya.
"Kiai Maruf Amin sangat berdisiplin. 4 menit visi misi penuh gagasan membumi, menjawab persoalan rakyat melalui Kartu Sembako Murah, KIP Kuliah dan Kartu Pra Kerja," ujar Hasto dalam keterangan resminya.
Hasto menjelaskan, visi dan misi yang dipaparkan Kiai Maruf Amin dalam debat cawapres, terbukti menyatu dengan progam-program yang dijalankan oleh Jokowi - JK saat ini."Berbeda dengan Sandiaga Uno. 

Cawapres 02 lebih menampilkan gagasan pribadi dengan program usang yang telah gagal diterapkan di DKI Jakarta, yakni OK-OC," ungkap Hasto.

Hasto yang juga menjabat sebagai Sekjen PDIP ini mengingatkan Indonesia tidak boleh memiliki Wakil Presiden yang visi-misinya tidak seirama dengan visi-misi Presiden.
"Konsistensi KH. Ma'ruf Amin yang menjabarkan program Jokowi, telah memberikan sentuhan Islami yang sangat pas ditampilkan," katanya.
"Semua pemimpin punya tugas menciptakan kemaslahatan bangsa dan melindungi umat, sementara Sandi lebih artificial yang dibungkus oleh pakaian mahal," tegas Hasto.
Terkait ide Sandiaga untuk menjual program OK-OC untuk digunakan di Indonesia, Hasto menilai, program tersebut adalah program usang yang tidak mengalami perubahan signifikan.
Sedangkan kritikan Sandiaga kepada BPJS, Hasto menilai tidak ada solusi berarti dari Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini.
"Data menunjukkan, dari target OK-OC sebanyak 40 ribu per tahun, yang mendaftar hanya 1000 atau 2.5% dan hanya 150 orang yang dapat modal," ujarnya.
"Ini adalah cerminan gagalnya program OK-OC yang ditawarkan Sandiaga," tegas Hasto.(tnc/sn/red)

Jokowi ke Ratusan Kepala Daerah: Kalau Kalah Jangan Gede-gede

Selecta news.-Presiden Joko Widodo menyampaikan tiga arahan yang disampaikan tertutup di hadapan ratusan kepala daerah dan pimpinan DPRD dari sejumlah propinsi dalam rapat konsolidasi H-30 pilpres 2019 di Hotel Borobudur, Jakarta, Minggu (17/3).

Salah satu arahan yang disampaikan adalah hasil survei Jokowi-Ma'ruf selama beberapa waktu belakangan. Dari sejumlah hasil survei diklaim menunjukkan Jokowi-Ma'ruf lebih unggul daripada Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Tadi saya sampaikan tentang angka-angka survei. Jangan sampai itu membuat kita lengah. Tetap harus digunakan untuk evaluasi, koreksi, sehingga hasilnya menjadi lebih baik," ujar Jokowi usai memberikan arahan. 


Jokowi juga menyatakan bakal fokus pada sejumlah wilayah yang belum memenuhi target pemenangan. Ia berharap rentang suara dengan kubu Prabowo-Sandi hanya selisih sedikit. 

"Paling tidak kalahnya tidak terlalu banyak, tapi kecil gitu, jangan gede-gede. Ada satu dua propinsi yang memang kita harus kerja keras," ucap Jokowi.

Ia menekankan bahwa pertemuan ini merupakan konsolidasi terakhir sebelum hari pencoblosan April mendatang. Mantan Gubernur DKI ini meminta agar para kepala daerah dan pimpinan DPRD memanfaatkan waktu tersebut untuk melancarkan pemenangan dirinya dan Ma'ruf dalam Pilpres 2019.
Arahan selanjutnya, kata Jokowi, berkaitan dengan berbagai berita bohong alias hoaks yang makin marak beberapa waktu terakhir. Mantan Wali Kota Solo itu meminta para pendukungnya agar melawan seluruh berita bohong yang menimpa dirinya dan Ma'ruf.

"Hoaks itu harus direspons, dilawan, jangan diam. Saya sampaikan itu. Waktu 30 hari seperti ini kalau enggak merespons setiap proses di bawah dengan cepat ya berbahaya," katanya.

Kemudian pada arahan terakhir, Jokowi meminta agar tak ada masyarakat yang tidak memilih alias golput pada hari pencoblosan 17 April mendatang.

"Saya ingin sampaikan agar didorong sebanyak-banyaknya pemilih untuk datang ke TPS. Artinya partisipasi pemilih harus sebesar-besarnya dan sampai ada satu orang pun golput," ucapnya.


"Waktu yang tinggal 30 hari ini harus betul-betul efektif sehingga setiap proses di bawah bisa kita respons secara cepat," tuturnya.

Dalam rapat konsolidasi tersebut, Jokowi didampingi para ketum parpol pengusung Jokowi-Ma'ruf. Di antaranya Ketum PDIP Megawati Sukarnoputri, Ketum PKB Muhaimin Iskandar, Ketum Golkar Airlangga Hartarto, dan tokoh parpol koalisi lainnya.(cnn/sn/zie)

Romahurmuziy: Terkhusus Istri dan Anakku Tercinta, Ayah Mohon Maaf

selecta news.-Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan ( PPP)Romahurmuziy merasa dijebak terkait kasus dugaan korupsi yang menjerat dirinya.
Meski merasa dijebak, ia meminta maaf kepada seluruh anggota keluarga besarnya. Secara khusus, ia meminta maaf kepada istri dan anaknya.

Pernyataan itu disampaikannya lewat surat bertulis tangan. 

Surat itu diserahkannya kepada wartawan saat keluar dari gedung KPK untuk dibawa ke rumah tahanan.

"Kepada kakak-kakak, adik-adik, keluarga besar, terkhusus istri dan anakku tercinta, ayah mohon maaf yang sebesar-besarnya atas segala kesedihan, kerepotan, dan perasaan yang kalian terima," kata Romy, Sabtu (16/3/2019).

Romy meminta keyakinan dari keluarganya bahwa apa yang sesungguhnya terjadi tidak seperti yang tampak di berbagai pemberitaan.
"Ikhlaskanlah takdir ayah sebagai pemimpin saat ini," kata dia.

Dalam suratnya, Romy berpesan kepada anak-anaknya untuk tetap belajar yang rajin. Hal itu mengingat ujian nasional yang semakin dekat.

"Tak usah kau pedulikan apa kata orang jika mereka mem-bully-mu. Karena inilah risiko menjadi pemimpin politik seperti yang selalu Ayah bilang. Ayah doakan semoga engkau tetap menjadi yang terbaik seperti biasanya di sekolahmu," kata Romy.

"Engkau tetap menjadi yang terbaik seperti biasanya di sekolahmu. Peluk cium ayahmu dari jauh yang selalu mencintaimu," kata Romy.

Dalam kasus ini, Romy diduga sudah menerima uang dengan total Rp 300 juta dari dua pejabat Kementerian Agama di Jawa Timur.

Mereka adalah Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin dan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muafaq Wirahadi.

Uang itu diduga sebagai komitmen kepada Romy untuk membantu keduanya agar lolos dalam seleksi jabatan di wilayah Kemenag Jawa Timur.

Romy dianggap mampu memuluskan mereka ikut seleksi karena ia dianggap mampu bekerja sama dengan pihak tertentu di Kemenag.

Pada waktu itu, Haris melamar posisi Kakanwil Kemenag Jawa Timur. Sementara itu, Muafaq melamar posisi Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik.(kpc/sn/red)

Mabes Polri Mutasi 198 Pati dan Pamen, Ini Daftar Nama Lengkap dari AKBP hingga Brigjen

Selecta news.-Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Pol Tito Karnavian melakukan rotasi sejumlah jabatan perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen) di lingkungan Polri.
Hal itu berdasarkan dalam telegram rahasia (TR) Nomor ST/830-831-832/III/KEP./2019 yang dikeluarkan, Kamis 14 Maret 2019.
Dalam telegram tersebut, ada 198 Pati danPamen yang akan duduk dalam jabatan baru dan beberapa Pati yang akan memasuki masa pensiun.
Di Polda Babel, Diresnarkoba Kombes POL SUHIRMAN S.I.K., M.Si. Pindah tugas menjadi Diresnarkoba Polda Riau.Penggantinya Kombes Pol Mirzal Alwi yang sebelumnya menjabat sebagai Diresnarkoba Polda Malut.

Di Polda Sumut, ada tiga pejabat utama yang dirotasi. AKBP Andry Setiawan, Kabagbinkar Ro SDM Polda Sumut dipercaya mengisi jabatan baru sebagai Kabidkum Polda Sumut.
Mantan Kapolres Samosir dan Madina itu menggantikan Kombes Pol Maruli Siahaan, yang dimutasi sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Hukum Divhukum Polri.
Kombes Pol Gustav Leo, Karo Log Polda Sumut diangkat dalam jabatan baru sebagai Dosen Utama STIK Lemdiklat Polri.
Penggantinya Kombes Pol Thahyono Prawoto, yang sebelumnya menjabat sebagai Kabagrenmin Slog Polri.
Lalu, Kombes Pol dr A Nyoman Eddy Purnama Wirawan, Karumkit Bhayangkara Tk II Medan Biddokes Polda Sumut, diangkat dalam jabatan baru sebagai Kabid Dokkes Polda Bali.(tnc/sn/red)

Slank Bikin Lagu untuk Dukung Jokowi Dua Periode




Selecta news.-Slank melanjutkan dukungan mereka kepada Presiden Joko Widodo dan berharap kandidat petahana ini terpilih lagi dalam Pilpres 2019. Bersama lebih dari 100 artis, budayawan, dan selebritas, Slank membuat karya lagu dan video musik baru berjudul #BarengJokowi.
Lirik dan komposisi lagu ini sebetulnya sudah digarap sejak lama. Namun menurut Bimbim, mereka menyimpan lebih dulu rencana ini karena "menunggu waktu yang tepat". Saat akhirnya Slank melempar rencana untuk membuat lagu dukungan non-partisan, puluhan rekan menyatakan kesediaan untuk bergabung. Sebagian besar adalah individu yang terlibat dalam gerakan dukungan 2014.
"Ini selebrasi kebersamaan kita dengan bapak Jokowi," kata Kaka di markas Slank di Gang Potlot, Jumat, 15 Maret 2019.
"Kami ingin mengeluarkan (lagu) lagi. Kami kirim sinyal itu ke atas dan banyak yang menangkap banyak. Jadilah singel ini. Mudah-mudahan kita bisa menjaga kewarasan dan api tetap menyala dan hangat – kalau bisa sambar kiri kanan untuk sama-sama semangat dalam pesta demokrasi," lanjutnya.
Proses rekaman lagu dan video musik digarap selama empat hari terakhir sejak Senin, 11 Maret. Bimbim, yang mengaku kurang tidur beberapa hari terakhir, menegaskan kolaborasi ini bersifat sukarela.
"Enggak ada yang dibayar ya selama datang empat hari ini. Ini benar-benar gerakan moral karena kesamaan energi," ungkap Bimbim.
"Ini konsistensi kami dari awal sampai akhir. Bahwa kami mendukung gerakan moral yang positif," sambung Ivan.
Sebagian seniman kolaborator #BarengJokowi turut hadir dalam deklarasi dukungan sore ini. Selain para personel Slank dan Bunda Iffet, beberapa di antaranya adalah Oppie Andaresta, Ananda Sukarlan, dan Joe Tirta (Saint Loco).
"Saya enggak menyanyi, saya bermain piano seperti biasa," kata Ananda. Dia menyebut lagu ini menggabungkan beberapa aliran musik, tetapi utamanya dangdut. Seniman yang bergabung pun  lintas genre dan bidang.
"Kita bersatu karena perbedaan," kata Ananda. "Perbedaan ini membuat kita menjadi lebih indah dan bervariasi."
Dari 107 pesohor yang bergabung, beberapa nama lain adalah Anwar Fuady, Butet Kartaredjasa, Che Cupumanik, Christine Hakim, Desta, Dira Sugandi, Eddi Brokoli, Iis Dahlia, Iwa K, John Paul Ivan, Keenan Nasution, Mang Saswi, Marcello Tahitoe, Monita Tahalea, Once Mekel, Poppy Sovia, Sophia Latjuba, Uus, dan Yama Carlos.
Pemungutan suara Pemilu Presiden dan Legislatif 2019 akan digelar serentak pada 17 April 2019.(mci/sn/red)