Slider

Cari Blog Ini

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Terbaru

Penembakan KKB selama Maret, 3 Prajurit TNI dan 3 Brimob Polri Gugur

Selecta news.- Konflik bersenjata masih terjadi di Kabupaten Nduga, Provinsi Papua. Sepanjang Maret 2019, tercatat dua kali kontak senjat...

Kriminal

Nasional

Daerah

Politik & Hukum

Ekonomi

Olahraga

Hiburan

Penembakan KKB selama Maret, 3 Prajurit TNI dan 3 Brimob Polri Gugur

Selecta news.-Konflik bersenjata masih terjadi di Kabupaten Nduga, Provinsi Papua. Sepanjang Maret 2019, tercatat dua kali kontak senjata mematikan antara anggota TNI dan Polri dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB). Lokasinya pun di tempat yang sama yakni Distrik Mugi, tepatnya di kawasan bandara.

kontak senjata pertama terjadi pada Kamis (7/3/2019). Satgas Nanggala yang sedang melakukan pengamanan di Bandara Mugi pada jalur pergeseran pasukan keamanan pembangunan infrastruktur Trans Papua terlibat kontak tembak dengan KKB.

Dalam kejadian itu, tiga prajurit gugur. Identitasnya yakni Serda Mirwariyadin asal Bima Nusa Tenggara Barat (NTB), Serda Yusdin dari Luwu Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Serda Siswanto Bayu Aji asal Grobogan Jawa Tengah (Jateng). 
Mereka telah dimakamkan di Taman Makam Pahlawan di daerah asalnya masing-masing dan mendapat kenaikan pangkat luar biasa melalui penghargaan Anumerta.

Selanjutnya kontak senjata yang melibatkan Satgas Belukar Brimob Mabes Polri dengan KKB saat pengamanan pesawat heli di Bandara Mugi, Rabu (20/3/2019). 
Dalam kejadian itu Bharada Aldy yang berada di barisan paling depan sebagai pembuka jalan saat penyerangan gugur terkena tembakan.

Rekannya Ipda Arif Rahman dan Bharada Rafiq Fitrah Kurniawan juga terluka parah dan menjalani perawatan intensif. 
Namun nyawa keduanya pun tak terselamatkan. Mereka pun menambah daftar panjang anggota TNI dan Polri yang gugur dalam konflik bersenjata di Nduga Papua.

Ketiga anggota Brimob Polri ini pun mendapat Penghargaan Anumerta berupa kenaikan pangkat luar biasa.

"Kenaikan pangkat luar biasa ini diberikan sebagai bentuk penghargaan dari Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian," ujar Komandan Pasukan Pelopor Korps Brimob Polri Brigjen Pol Verdianto Iskandar Bitticaca di Nunukan, Jumat (22/3/2019).(inw/sn/red)

Ini Kata Mabes Polri Soal Terduga Jaringan Radikal Yang Ditangkap di Kotabumi

Selecta news.-Mabes Polri belum mau memaparkan terkait kronologi dan pemeriksaan terduga jaringan radikal Bustowo atau Kustowo (32) yang diamankan di rumah kerabatnya di Desa Tatakarya, Kecamatan Abung Surakarta, Lampung Utara.
Densus 88 antiteror Mabes Polri juga melakukan pemeriksaan di rumah terduga di Dusun Candisari I, Desa Gunungrejo, Kecamatan Way Ratai, Pesawaran pada Kamis (21/3/2019) lalu.
"Ya mas, coba Senin saya pastikan dulu ke Densus," ujar Karopenmas Mabes Polri Brigjenpol Dedi Prasety, Minggu (24/3/2019).
Informasi yang dihimpun, terduga diduga terlibat dengan jaringan Jamaah Andhara Daulah (JAD) yang memang secara idelogi berafiliasi dengan ISIS. 
Bahkan informasi yang dihimpun ia sempat di deportasi dari Turki. Para simpatisan ISIS memang kerap memanfaatkan jalur-jalur tikus dari negara lain untuk masuk ke Suriah, karena pihak Imigrasi di Indonesia sudah melarang bepergian ke beberapa negara Timur Tengah yang mengalami konflik.
Sayangnya, Brigjenpol Dedi juga belum bisa membenarkan informasi tersebut. "Coba Senin saya tanyakan dulu," katanya.
Sementara Kabid Humas Polda Lampung Kombespol Sulistyaningsih belum bisa memberikan informasi terkait penanganan jaringan radikal tersebut. "Langsung ditangani densus 88 dan Mabes Polri," katanya.(Ipc/sn/red)

Polres Asahan Gelar PAM Pemilu 2019

Selecta news. -Apel Gelar Pasukan dalam rangka pengamanan Pemilu 2019 melibatkan sekitar 2.000 personel gabungan dari personel Polres Asahan, Satbrimob dan Satsabhara, unsur TNI,  serta sejumlah unsur terkait lainnya, Jumat (22/3/2019).

Apel mulai digelar pukul 08.00 wit, di lapangan Adi Pradana Polres Asahan. Bertindak langsung sebagai inspektur dalam apel Kapolres Asahan AKBP Faisal F Napitupulu SIK,MH bersama Dandim 0208/Asahan Letkol Inf Srimarantika Beru

Turut hadir dalam pelaksanaan apel tersebut, Wakil Bupati Asahan mewakili Bupati, Danlanal Tanjung Balai di wakilkan, jajaran Forkopimda Kabupaten Asahan lainnya, Ketua KPU Kabupaten Asahan, Ketua Bawaslu Asahan, serta sejumlah pejabat dan tamu undangan lainnya dari beberapa instansi terkait.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Asahan AKBP Faisal F Napitupulu SIK didampingi Dandim 0208/ Asahan Letkol Inf Srimarantika Beru membacakan langsung amanat serentak Apel Gelar Pasukan Kesiapan TNI-Polri Dan Masyarakat Dalam Mengamankan Pemilu Serentak Tahun 2019 dari Menkopolhukam Wiranto.

“Pemilu serentak tahun 2019 ini merupakan pesta demokrasi Indonesia yang akan menjadi tonggak sejarah karena dilaksanakan secara serentak yakni 5 jenis pemilihan dalam waktu yang bersamaan,“ terangnya.

Dia melanjutkan, kesuksesan sebuah perhelatan demokrasi kali ini sangat tergantung kepada semua pihak.
Tidak saja anggota partai politik dan masyarakat yang dituntut untuk taat dan patuh pada berbagai ketentuan yang ada, akan tetapi juga pihak penyelenggara Pemilu yakni KPU, Bawaslu, wajib menunjukkan kinerja yang obyektif dan transparan, serta fungsi dan peran TNI- Polri yang berada di luar lingkup penyelenggara Pemilu.

Pesta demokrasi Pemilu serentak ini pun diharapkan tidak menjadi ajang untuk membenturkan satu pihak dengan pihak yang lain atau ajang konflik antara kubu yang satu dengan kubu yang lain.

“Pemilu ada sebagai ajang untuk memilih pemimpin dan bukan mengadu pemimpin.

Momen ini harus menjadi ajang unjuk kompetensi, program dan kapabilitas untuk mendapatkan kepercayaan rakyat yang akan memilihnya menjadi pemimpin nasional,” sebut Kapolres Asahan

Karena itu, dia mengajak seluruh stake holders terkait untuk segera mengenali, dan tidak mudah mempercayai brita berita HOAX yang tidak di ketahui asal usulnya, agar bijak dalam menyikapi dan menetralisir serta mengatasi hambatan- hambatan yang diperkirakan dapat timbul dalam penyelenggaraan Pemilu tersebut.

Dalam kesempatan, Kapolres Asahan mengatakan strategi pengamanan yang paling utama dalam pelaksanaan pemilu adalah menjalin senergitas dengan melakukan show of force keliling kota Kisaran bertujuan agar masyarakat luas mengetahui bahwa Kabupaten Asahan siap menghadapi Pemilu.2019," Pungkasnya AKBP Faisal F Napitupulu SIK MH.(fs/sn/red)

Ungkap 3 Kasus Pemerkosaan, Polres Asahan Bekuk 5 Orang Pelaku

Asahan,selecta News.-Satuan Reserse Kriminal Polres Asahan mengungkap 3 kasus pemerkosaan yang terjadi di wilayah hukum Polres Asahan.

Dari 3 kasus yang terjadi pada bulan Februari dan Maret 2019 tersebut, petugas mengamankan 5 orang pelaku beserta sejumlah barang bukti.

Kasus yang pertama terjadi pada tanggal 28 Februari 2019 lalu di kawasan jalan Nuri Baru Kelurahan Gambir Baru Kecamatan Kisaran Timur.
Korban yang berinisial L br S (54) dipaksa untuk bersetubuh oleh seorang pria dan di ancam akan dibunuh apabila menolak.

Polisi yang menerima laporan korban langsung melakukan penyelidikan dan meringkus tersangka Samuel Giawa (45) di kawasan jalan Kasuari Kecamatan Kisaran Timur.

Kasus yang kedua terjadi pada tanggal 11 Maret 2019 lalu, dimana seorang wanita yang masih berusia 15 tahun menjadi korban perkosaan oleh 4 orang pria di kawasan Dusun IV Desa Pasar Lembu Kecamatan Air Joman Kabupaten Asahan.

Saat itu, korban yang berinisial Y-N (15) bersama dua orang teman nya  yang sedang nongkrong di lokasi, di datangi oleh 4 orang laki-laki.
Korban Y-N langsung ditarik oleh salah seorang pelaku berinisial R (DPO), sementara 2 orang teman nya diusir dengan ancaman 'pergi kalian ini daerah kekuasaan ku'.

Korban Y-N yang tidak berdaya lalu disetubuhi secara bergantian oleh ke 4 pelaku. Usai melampiaskan nafsu bejatnya, para pelaku mengambil handphone dan cincin emas milik korban, dan mengantar korban ke rumah teman nya.

Korban kemudian menceritakan peristiwa yang dialami nya kepada orangtua nya dan membuat laporan kepada pihak Kepolisian.

Polisi yang bergerak cepat melakukan penyelidikan meringkus 3 orang pelaku yakni R-T alias A, ES alias P alias K alias O dan tersangka A. Sementara tersangka R kini masih dalam pencarian petugas (DPO).

Sementara kasus yang ketiga terjadi 16 Maret 2019 lalu, di jalan Arwana Kelurahan Sidomukti Kecamatan Kisaran Timur. Seorang Kakek berinisial J-M (70) tega mencabuli bocah berusia 5 tahun di rumah korban.

Perbuatan tidak terpuji tersebut dilakukan tersangka sambil mengiming-imingi korban akan dibelikan boneka agar tidak menceritakan peristiwa tersebut kepada orang lain.

Namun warga setempat merasa ada yang tidak beres di rumah korban dan melakukan penggerebekan, dan ditemukan pelaku bersama korban dalam keadaan tidak berbusana. Warga lalu membawa pelaku ke Polres Asahan untuk di proses secara hukum.

Kapolres Asahan AKBP Faisal F. Napitupulu, S.I.K., M.H. saat menggelar temu pers di Mapolres Asahan, Rabu (20/3/2019) mengatakan, ke 5 tersangka merupakan pelaku pemerkosaan dan perampokan.

"Jadi untuk kasus yang kedua, selain melakukan pemerkosaan, ke 4 pelaku juga melakukan perampokan barang berharga milik korban.

3 orang sudah kita amankan, sementara 1 orang lagi masih dalam pencarian", ujar Kapolres didampingi oleh Kasat Reskrim AKP Ricky Pripurna Atmaja.

Para pelaku akan kita jerat dengan Pasal 81 ayat (1) jo Pasal 76D Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan Pasal 365 ayat (1) subsider Pasal 363 ayat (1) ke 4e Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dengan ancaman hukuman penjara 15 tahun.

Kapolres juga menghimbau para orangtua agar lebih memperhatikan dan benar-benar menjaga anak-anak nya, agar terhindar dari para pelaku tindak pidana dan juga dari bahaya narkoba.(fs/sn/red)

Poldasu Ringkus 17 Tersangka Kasus Narkoba 22,69 Kg Shabu

Selecta news.-Sukses…, kata kata itulah yang pantas buat Unit 1 Subdit III Ditresnarkoba Polda Sumut, karena dalam 15 hari mulai dari (26/02/19) sampai dengan (13/03/19) berhasil meringkus 17 orang tersangka yang terlibat kasus peredaran Narkoba.
Satu dari 17 tersangka tersebut, mencoba melarikan diri saat ditangkap, maka petugas mengambil tindakan tegas dan terukur, betis kaki kiri tersangka M terpaksa dihadiahi timah panas.
Dari pelaku yang 17 orang itu, polisi mengamankan barang bukti berupa Shabu sebanyak 22,69 Kg dan 20.000 butir Pil Etizolam, dalam paparan di depan halaman Ditresnarkoba Poldasu (17/03/19), paparan dipimpin Kombes Pol Henry Marpaung mewakili Kapoldasu didampingi Kasubpenmas AKBP MP Nainggolan, bagian Labfor dan PJU lainnya.
Kronologis penangkapan berawal pada hari Selasa (26/02/19) sekira pukul 19.00 Wib melakukan penangkapan terhadap 3 (tiga) orang tersangka laki-laki dengan inisial F, M Als. P dan I, dari keterangan para tersangka berhasil diringkus MY, EAS alias G dan DH dari 3 lokasi yang berbeda yakni di Sei Semayang, Kota Binjai, Desa Limau Manis, Tanjung Morawa, Deli Serdang, dan di Tanjung Balai dengan barang bukti sabu-sabu total seberat 4,973 Kg yang dikemas dalam bungkusan teh bertuliskan huruf Cina dengan merk Guanyinwang.Selanjutnya penangkapan pada hari Selasa (12/03/19) sekira pukul 00.15 Wib di jalan lintas sumatera Desa Perjuangan Kelurahan Sei Balai Kabupaten Batubara petugas Kepolisian Unit 1 Subdit III Diresnarkoba Polda Sumut memberhentikan 1 (satu) unit mobil xenia warna hitam No. Pol BM 1190-AX dan melakukan penangkapan terhadap 2 (dua) orang tersangka laki-laki dengan inisial SIS dan MS, kemudian
sekira pukul 00.30 Wib di lokasi yang sama memberhentikan 1 (satu) unit mobil avanza warna silver No. Pol BK 6426-ACH dan berhasil mengamankan 2 (dua) orang tersangka laki-laki dengan inisial ZRG dan AHP dan barang bukti 18 bungkus (17,687 Kg) plastik teh warna hijau dengan merk Guanyinwang yang berisikan Narkotika Jenis Shabu.
Hasil pengembangan SIS, MS, ZRG dan AHP bahwa Shabu tersebut akan di antar kepada seorang laki-laki yang berinisial SK di Medan, dan sekira pukul 06.30 Wib Petugas berhasil menangkap tersangka SK di Jalan Sisingamangaraja Kecamatan Medan Area Kota Medan.
Penangkapan selanjutnya pada hari Rabu (13/03/19) berhasil menangkap 3 tersangka di 3 lokasi yang berbeda dengan barang bukti sebanyak 70 gram Shabu.
Berdasarkan laporan informasi dari masyarakat pada hari Rabu (13/03/19): sekira pukul 10.00 wib ada 3 (tiga) orang laki-laki membawa Psikotropika dari Malaysia menuju Tanjung Balai menggunakan sampan selanjutnya Petugas Kepolisian Unit 4 Subdit II Ditresnarkoba Polda Sumut
sekira pukul 17.30 Wib di perairaan Teluk Nibung Kecamatan Teluk Nibung Kota Tanjung Balai memberhentikan 1 (satu) unit sampan dan berhasil melakukan penangkapan terhadap 3 (tiga) orang tersangka dengan inisial A Als. J, J dan I dengan barang bukti berupa 4 (empat) bungkus besar kemasan plastik warna silver yang masing-masing kemasan berisi Psikotropika sebanyak 500 papan atau 5.000 butir dengan jumlah keseluruhan sebanyak 2.000 papan atau 20.000 (dua puluh ribu) butir.
Narkotika Golongan I Jenis Shabu tersebut, dapat menyelamatkan anak bangsa sebanyak 226.900 (dua ratus dua puluh enam ribu sembilan ratus) Orang dengan asumsi 1 gram shabu untuk 10 orang pengguna dan Psikotropika Jenis Etizolam tersebut, dapat menyelamatkan anak bangsa sebanyak 20.000 (dua puluh ribu) Orang dengan asumsi 1 butir Pil Etizolam untuk 1 orang pengguna
Total keseluruhan anak bangsa yang diselamatkan sebanyak 246.900 (dua ratus empat puluh enam ribu sembilan ratus) Orang.(pbn/sn/red)

Rommy: Inilah Risiko Jadi Juru Bicara Terdepan Sebuah Koalisi

Selecta news.-Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Muhammad Romahurmuziy sempat menyampaikan pepatah Arab usai dirinya ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap seleksi pengisian jabatan pimpinan tinggi di Kementerian Agama (Kemenag). Pernyataan ini ia tuangkan dalam surat yang ia bagikan ke awak media, Sabtu, 17 Maret 2019.
Pria yang akrab disapa Rommy itu masih merasa telah dijebak. Sebab, ia mengaku tidak terbesit melakukan apa yang dituduhkan padanya.

Ia merasa ini adalah risiko dan sulitnya menjadi salah satu publik figur yang kerap jadi tumpuan aspirasi tokoh agama atau tokoh-tokoh masyarakat dari daerah.

"Dengan adanya informasi pembuntutan saya selama beberapa pekan, bahkan bulan sebagaimana disampaikan penyelidik, maka inilah risiko menjadi juru bicara terdepan sebuah koalisi yang menginginkan Indonesia tetap dipimpin oleh paham nasionalisme-religius yang moderat," kata Rommy.

Sebelumnya, sebanyak lima orang, termasuk Ketua Umum Muhammad Romahurmuziy, diamankan dalam operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi di Jawa Timur, Jumat, 15 Maret 2019.
Lima orang tersebut ada dari unsur penyelenggara negara dari DPR RI, anggota DPR RI. Kemudian ada unsur swasta dan dari unsur pejabat di Kementerian Agama, pejabat di daerah ya di Kementerian Agama," ujar Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di kantor KPK, Jakarta Selatan.
Febri menyatakan, kelima orang itu diamankan atas dugaan tindak pidana pengisian jabatan di Kementerian Agama.(vci/sn/red)

TKN : Jokowi -Ma'ruf Tawarkan Program Realistis, Sandiaga Ceritakan Program Oke Oce yang Gagal

Selecta news.-Sekretaris Tim Kampanye Nasional Hasto Kristiyantomemuji Kiai Maruf Amin yang membuat kagum seluruh penonton yang hadir dalam debat cawapres di Hotel Sultan, DKI Jakarta, pada Minggu (17/3/2019) malam.
Menurut Hasto, pidato Kiai Maruf Amindalam debat cawapres telah merubah pandangan orang yang sebelumnya diragukan kemampuannya.
"Kiai Maruf Amin sangat berdisiplin. 4 menit visi misi penuh gagasan membumi, menjawab persoalan rakyat melalui Kartu Sembako Murah, KIP Kuliah dan Kartu Pra Kerja," ujar Hasto dalam keterangan resminya.
Hasto menjelaskan, visi dan misi yang dipaparkan Kiai Maruf Amin dalam debat cawapres, terbukti menyatu dengan progam-program yang dijalankan oleh Jokowi - JK saat ini."Berbeda dengan Sandiaga Uno. 

Cawapres 02 lebih menampilkan gagasan pribadi dengan program usang yang telah gagal diterapkan di DKI Jakarta, yakni OK-OC," ungkap Hasto.

Hasto yang juga menjabat sebagai Sekjen PDIP ini mengingatkan Indonesia tidak boleh memiliki Wakil Presiden yang visi-misinya tidak seirama dengan visi-misi Presiden.
"Konsistensi KH. Ma'ruf Amin yang menjabarkan program Jokowi, telah memberikan sentuhan Islami yang sangat pas ditampilkan," katanya.
"Semua pemimpin punya tugas menciptakan kemaslahatan bangsa dan melindungi umat, sementara Sandi lebih artificial yang dibungkus oleh pakaian mahal," tegas Hasto.
Terkait ide Sandiaga untuk menjual program OK-OC untuk digunakan di Indonesia, Hasto menilai, program tersebut adalah program usang yang tidak mengalami perubahan signifikan.
Sedangkan kritikan Sandiaga kepada BPJS, Hasto menilai tidak ada solusi berarti dari Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini.
"Data menunjukkan, dari target OK-OC sebanyak 40 ribu per tahun, yang mendaftar hanya 1000 atau 2.5% dan hanya 150 orang yang dapat modal," ujarnya.
"Ini adalah cerminan gagalnya program OK-OC yang ditawarkan Sandiaga," tegas Hasto.(tnc/sn/red)